Dinkes Sukabumi Fokus Tangani Stunting di 10 Kecamatan

Rabu, 8 September 2021 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, mengatakan, ada 20 desa di 10 kecamatan se-Kabupaten Sukabumi menjadi lokasi khusus (Lokus) penanganan stunting.

“Sejauh ini ada 20 desa di 10 kecamatan se-Kabupaten Sukabumi menjadi lokus (lokasi khusus) penanganan stunting. Seperti yang saya katakan tadi, penanganan stunting tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinkes, tapi melibatkan hingga 20 perangkat daerah dan stakeholder yang ada,” kata Masykur, keoada jurnalsukabumi.com, Rabu (8/9/21).

Penanganan stunting di Kabupaten Sukabumi, sambung Masykur, sampai saat ini masih terus berjalan dengan melibatkan berbagi sektor. Berbagai inovasi pun dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting.

Menurutnya, penanganan stuntuing bukan hanya Dinkes saja. Intervensi dari Perangkat Daerah lainnya pun memiliki peran yang sama penting. Sehingga, satu sama lainnya saling bersinergi.

Inovasi yang telah dijalankan oleh Bidang Kesmas Dinkes, lanjut Masykur.  Yakni, dengan memaksimalkan kinerja Kader Pembangunan Manusia di tingkat desa yang melakukan pendampingan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan program stunting ini. Adapun bentuk optimalisasi kader tersebut salah satunya melalui instrumen Scorecard.

“Scorecard itu formulir penilaian untuk menilai sasaran dalam hal ini ibu hamil dan anak dibawah dua tahun. Sehingga para kader ini bisa menentukan risiko terjadinya stunting,” ujarnya

Lanjut Masykur, Pemkab juga memiliki beberapa inovasi untuk mendukung penurunan stunting. Seperti, motor keliling dari Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)  yang menjangkau seluruh desa yang ada.

“Sehingga mudah mendapatkan data kependudukan dan memberikan pelayanan kependudukan dengan cepat dan tepat. Juga dilakukan pengukuran kualitas air dalam PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) untuk membantu tumbuh kembang anak sehingga terhindar dari stunting,” jelasnya.

Reporter: Ruslan AG | Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Merajut Ukhuwah di Tengah Musibah, Sapujagat Palabuhanratu Bantu Penyintas Ciptamulya
Kodim 0622 Sukabumi Kirim Air Bersih ke Desa Loji, 50 KK Terdampak Kekeringan Terbantu
Lewat Pantun Ciamik, Hergun Ajak PIRA, Seniman, dan Tokoh Sukabumi Jaga Demokrasi Bersih
DLH Dinilai Butuh Tambahan Armada, Iman Adinugraha Dorong Penanganan Sampah Jadi Prioritas APBD
Hergun Bagikan Tips Bagi Generasi Muda yang Ingin Jadi Wakil Rakyat: Setia, Konsisten dan Komitmen
Gerakan Langit Biru Sulap Pantai Muara Citepus Sukabumi Lebih Bersih dan Hijau
Tak Ingin Sungai Jadi Tempat Pembuangan, KNPI Palabuhanratu Dorong Sistem Pengelolaan Sampah
Lewat Tujuh Mobil Logistik, KTH Ciguha River Bogor Jangkau Penyintas Ciptamulya

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Merajut Ukhuwah di Tengah Musibah, Sapujagat Palabuhanratu Bantu Penyintas Ciptamulya

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Kodim 0622 Sukabumi Kirim Air Bersih ke Desa Loji, 50 KK Terdampak Kekeringan Terbantu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Lewat Pantun Ciamik, Hergun Ajak PIRA, Seniman, dan Tokoh Sukabumi Jaga Demokrasi Bersih

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:30 WIB

DLH Dinilai Butuh Tambahan Armada, Iman Adinugraha Dorong Penanganan Sampah Jadi Prioritas APBD

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:22 WIB

Hergun Bagikan Tips Bagi Generasi Muda yang Ingin Jadi Wakil Rakyat: Setia, Konsisten dan Komitmen

Berita Terbaru