Lewat Tujuh Mobil Logistik, KTH Ciguha River Bogor Jangkau Penyintas Ciptamulya

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Arus bantuan untuk penyintas kebakaran Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, belum surut. Dari Kabupaten Bogor, Kelompok Tani Hutan (KTH) Ciguha River datang membawa bantuan logistik untuk warga yang masih bertahan di pengungsian.

Bantuan diangkut menggunakan tujuh unit mobil L300 yang berisi paket sembako dan kebutuhan pokok lainnya. Rombongan langsung menuju lokasi bencana untuk menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Rombongan dipimpin Ketua KTH Ciguha River, H. Willy Suhendi, didampingi Wakil Ketua Pepeng Supendi, bersama unsur Forkopimcam Nanggung dan sejumlah tokoh masyarakat.

Wakil Ketua KTH Ciguha River, Pepeng Supendi, mengatakan bantuan tersebut lahir dari kepedulian terhadap warga Ciptamulya yang sedang berjuang bangkit setelah kebakaran melanda kampung adat mereka.

“Kami membawa paket sembako dan kebutuhan lainnya. Mudah-mudahan bisa sedikit membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan, rombongan juga berkeliling melihat langsung kondisi di lokasi terdampak. Mereka mengunjungi tenda pengungsian dan dapur umum yang hingga kini masih menjadi tumpuan warga untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Pepeng berharap masyarakat tetap kuat menjalani masa pemulihan. Menurutnya, gotong royong dari berbagai elemen masyarakat menjadi modal penting agar penyintas dapat segera kembali menjalani aktivitas seperti semula.

“Semoga masyarakat Ciptamulya diberikan kesabaran dan kekuatan. Kami berharap akan ada jalan terbaik sehingga mereka bisa segera bangkit,” katanya.

Diketahui, kebakaran yang terjadi pada 25 Juli 2026 menghanguskan 51 rumah dan 49 leuit. Selain itu, tiga fasilitas MCK, satu bangunan PAUD, satu masjid, dua lisung, dan enam warung turut terbakar. Sedikitnya 52 kepala keluarga atau 163 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut dan masih menjalani masa tanggap darurat.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Lapang Sekarwangi Cibadak Ditata Rp4,7 Miliar, Ornamen Nayor Jadi Ikon
Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Targetkan Perluasan Kesempatan Kerja di Sukabumi
RSUD Sekarwangi Jadi Lokasi Layanan KB Mantap, Bupati Sukabumi Lakukan Monitoring
Becak Listrik Bantuan Presiden Siap Diserahkan kepada Warga Sukabumi
BPJS PBI Nonaktif, KNPI Palabuhanratu Desak Selaraskan Pelayanan dengan Jaminan KDM
Senyum 26 Anak Warnai Khitanan Massal Gratis di Hari Santri Sukabumi
Penataan Lapang Sekarwangi Jadi Ruang Terbuka Publik Tak Ubah Fungsi Sebelumnya
Ada Dugaan Pencemaran? DLH Sukabumi Punya Laboratorium Terakreditasi untuk Uji Lingkungan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Lapang Sekarwangi Cibadak Ditata Rp4,7 Miliar, Ornamen Nayor Jadi Ikon

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Targetkan Perluasan Kesempatan Kerja di Sukabumi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:01 WIB

RSUD Sekarwangi Jadi Lokasi Layanan KB Mantap, Bupati Sukabumi Lakukan Monitoring

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Becak Listrik Bantuan Presiden Siap Diserahkan kepada Warga Sukabumi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:04 WIB

BPJS PBI Nonaktif, KNPI Palabuhanratu Desak Selaraskan Pelayanan dengan Jaminan KDM

Berita Terbaru