Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sungai yang dahulu dikenal jernih dan menjadi sumber kebutuhan masyarakat di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kini disebut tak lagi seperti dulu. Air yang sebelumnya dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari berubah keruh, sementara dasar sungai dipenuhi batu dan pasir.

Perubahan itu dikeluhkan warga Desa Loji dan Desa Cidadap yang menduga kondisi sungai dipengaruhi aktivitas tambang liar di wilayah hulu. Mereka pun mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum segera menertibkan aktivitas penambangan ilegal yang dinilai telah berlangsung selama lebih dari dua tahun.

Salah seorang warga Simpenan, Sumardiana, mengatakan kondisi sungai mulai berubah sejak aktivitas tambang liar marak terjadi. Menurutnya, masyarakat kini sulit menikmati air sungai yang dulu menjadi salah satu sumber kehidupan warga.

“Dulu air sungai jernih dan dimanfaatkan masyarakat, terutama saat musim kemarau. Sekarang kondisinya berbeda, air menjadi keruh dan banyak material batu maupun pasir,” ujarnya, Minggu (2/8/2026).

Ia menilai material sisa penambangan diduga terbawa aliran sungai saat musim hujan. Endapan tanah dan batu tersebut disebut membuat aliran sungai menjadi dangkal sehingga meningkatkan risiko luapan air ketika curah hujan tinggi.

Sumardiana juga mengaitkan perubahan kondisi sungai dengan banjir besar yang melanda Desa Loji dan Desa Cidadap pada akhir 2025 hingga 2026. Menurutnya, bencana tersebut mengakibatkan puluhan rumah hanyut, ratusan rumah mengalami kerusakan, serta ratusan hektare sawah berubah menjadi hamparan batu dan pasir.

“Saya tinggal di Kedusunan Kawung Luwuk sejak tahun 1980-an. Selama puluhan tahun, belum pernah melihat banjir sebesar dua tahun terakhir,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dugaan keterkaitan antara aktivitas tambang liar dengan banjir tersebut merupakan analisis dan keresahan yang dirasakan masyarakat berdasarkan kondisi di lapangan.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal sebelum kerusakan lingkungan semakin meluas.

“Harapan kami tambang liar segera ditertibkan agar sungai kembali jernih seperti beberapa tahun lalu dan bisa dimanfaatkan lagi oleh ribuan warga, terutama saat musim kemarau,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Terbaru! Dugaan Keracunan MBG di Sukabumi, Tiga Santri Masih Dirawat
Ombak Cimaja Pikat Peselancar Internasional, Wabup Bidik Efek Domino Pariwisata
Diduga Bakar Sampah, Api Membesar di Belakang Pabrik Saos Cibadak
MBG, Kopdes hingga Swasembada Jadi Sorotan, Sukabumi Sambut Pesan Prabowo
Polisi Ungkap Rantai Obat Terlarang Mulai Sasar Remaja hingga Pelajar di Sukabumi
Kasepuhan Ciptamulya Temui Sufmi Dasco, 9 Hektare Diproyeksikan Calon Kampung Adat Baru
15 Warga Sukabumi Tertahan di Kalimantan, Kolaborasi DPRD, Kapolres dan Bagong Mogok Buka Jalan Pulang
Konferprov PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Lawan Hoaks di Era Digital

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Terbaru! Dugaan Keracunan MBG di Sukabumi, Tiga Santri Masih Dirawat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:33 WIB

Ombak Cimaja Pikat Peselancar Internasional, Wabup Bidik Efek Domino Pariwisata

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Diduga Bakar Sampah, Api Membesar di Belakang Pabrik Saos Cibadak

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:03 WIB

MBG, Kopdes hingga Swasembada Jadi Sorotan, Sukabumi Sambut Pesan Prabowo

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Polisi Ungkap Rantai Obat Terlarang Mulai Sasar Remaja hingga Pelajar di Sukabumi

Berita Terbaru