Gali Potensi Ekonomi, Desa Mandrajaya Bareng Masyarakat Tanam Ribuan Pohon Pisang Unggulan

Minggu, 18 April 2021 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kondisi pandemi covid-19 yang merangsak ekonomi. Tak membuat surut dan gigih dilakukan Desa Mandrajaya bersama warganya membuat terobosan, yakni menanam pisang unggulan.

Mandrajaya yang berada di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi masuk wilayah area wisata Geopark Ciletuh ini, mengalami drastis pertumbuhan ekonomi warga dengan Kurangnya pengunjung ke area wisata. Sehingga terobosan ketahanan pangan dan ekonomi desa digagas langsung Kepala Desa Mandrajaya, Agustina Abdul Hasanudin.

Kepala Desa Mandrajaya Agustina Hasanudin
Kepala Desa Mandrajaya Agustina Abdul Hasanudin

“Saya harus bangkit dari kondisi seperti ini, bagaimana ekonomi warga dan pemulihan ekonomi warga bisa berjalan. Sehingga kami mengajak masyarakat menggali potensi, nah ada peluang yakni menanam pisang,” ungkap Agustian kepada jurnalsukabumi.com, Minggu (18/04/21).

Jenis pohon pisang yang ditanamnya sendiri memang varian, dari mulai pisang kapok, pisang raja, pisang ambon dan pisang lainnya. Alasan untuk mengembangkan pisang sendiri, Agus mengaku bahwa pisang asal Sukabumi sudah punya brand atau nama.

“Pisang ini pangsa pasarnya jelas dan cepat, apalagi setelah kami melakukan survei ke luar kota. Pisang khas Sukabumi menjadi unggulan,” katanya.

Menurut Agus, pola tanam atau perawatan pohon pisang ini sangat mudah dan tidak terlalu memakan waktu. Berbeda dengan pertanian lainnya. Namun pihaknya juga tetap melakukan konsultasi dengan pihak Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Ciemas.

“Kami konsultasi dengan ahlinya yakni dengan balai penyuluh, yang nantinya akan memberikan edukasi dalam hal perawatan dan melihat kondisi tanah di Mandarajaya, ditambah dengan cara perawatannya,” jelasnya.

Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Akses Vital Warga Terputus 5 Bulan, Jembatan Leles Akhirnya Segera Dibangun
Kades di Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Proyek Desa, Korban Rugi Puluhan Juta Rupiah
DPPKB Sukabumi Dorong Desa Buana Jaya Jadi Desa Model Berbasis Keluarga Berkualitas
SPPT PBB 2026 Terbit, Kades Jayanti Imbau Warga Segera Lunasi Pajak
Rumah Warga di Parakansalak Sukabumi Ambruk, Kepala Desa Bojongasih Imbau Warga Waspada!
Gema Ramadan Padepokan Silaturahmi: Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Seni Beladiri dan Religi
Digiring Pakai Rompi Oranye, Kades Neglasari Jadi Tersangka Korupsi Rp394 Juta
Bupati Sukabumi Asep Japar Resmikan Bale Binangkiti Desa Sagaranten

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:39 WIB

Akses Vital Warga Terputus 5 Bulan, Jembatan Leles Akhirnya Segera Dibangun

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:30 WIB

Kades di Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Proyek Desa, Korban Rugi Puluhan Juta Rupiah

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:52 WIB

DPPKB Sukabumi Dorong Desa Buana Jaya Jadi Desa Model Berbasis Keluarga Berkualitas

Rabu, 15 April 2026 - 13:54 WIB

SPPT PBB 2026 Terbit, Kades Jayanti Imbau Warga Segera Lunasi Pajak

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:36 WIB

Rumah Warga di Parakansalak Sukabumi Ambruk, Kepala Desa Bojongasih Imbau Warga Waspada!

Berita Terbaru