JURNALSUKABUMI.COM – Ragam cara membangunkan warga sahur di Bulan Ramadhan. Tak hanya melalui pengeras suara atau speaker di Masjid saja, kebiasaan unik seperti arak-arakan bedug, masih melekat kuat di sebagian masyarakat Sukabumi.
Seperti di Kampung Cinangreup, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, misalnya. Tak hanya diminati sekelompok anak muda, anak-anak pun cukup antusias di sana.
Arak-arakan bedug pun dilakukan dengan cara sederhana. Biasanya, tradisi jelang sahur ini warga menyisir area perkampungan hingga pelosok gang.
“Sudah menjadi agenda rutin setiap bulan puasa. Dikarenakan, akses jalan cukup sempit, jadi alat arak-arakan bedug ini kita pikul ramai-ramai,” ujar Hermawan (40) salah satu warga Kampung Cinangreup kepada jurnalsukabumi.com, Minggu (18/04/2021).
Aktivitas ini seolah menjadi tradisi sambung Hermawan. Sebab, sudah ada cukup lama dan bisa disebut turun temurun. “Senang saja. Jadi suasana bulan puasa pun lebih terasa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT setempat Indra menambahkan, biasanya arak-arakan bedug membangunkan sahur itu dibagi sesuai dengan tugas jaga malam atau ronda.
“Kalau di sini kan jaga malam atau ronda masih akitiv. Jadi, siapa yang tugas biasanya sekaligus membangunkan sahur,” sambungnya.
Ia mengaku, warga di sana akan terus kompak dan mempertahankan kebiasaan seperti ini. Karena, dengan hal-hal semacam ini budaya gotong royong nampak jelas.
“Inikan budaya kebersamaan dan mencerminkan kerukunan antar warga. Maka dari itu akan tetap dijaga serta dilestarikan,” tandasnya.
Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Ujang Herlan






