JURNALSUKABUMI.COM – Untuk mengatasi stunting, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy rela blusukan dan berdialog langsung bersama masyarakat di Kabupaten Sukabumi.
Dialog yang dilaksanakan di Aula Balai Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi itu bertujuan memberikan pemahaman kepada ibu tentang gizi balita, tentang pencegahan stunting, sehingga dapat meningkatkan gizi balita melalui praktik pemberian makanan.
“Hari ini ke Desa Cidahu bersama kepala BKKBN ingin melihat langsung pelaksanaan koordinasi penanganan stunting di level paling bawah,” kata Muhadjir Effendy Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (25/02/021).
Muhadjir menjelaskan, stunting pada anak dapat mempengaruhinya dari ia kecil hingga dewasa. Dalam jangka pendek, stunting pada anak menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme tubuh, dan pertumbuhan fisik. Sekilas, proporsi tubuh anak stunting mungkin terlihat normal. Namun, kenyataannya ia lebih pendek dari anak-anak seusianya.
“Seperti kita ketahui, jumlah kasus stunting di Indonesia per tahun 2019 mencapai 27,67 persen. Namun dalam kurun satu tahun kini semakin terlihat penurunannya,” kata Muhadjir.
Penanganan stunting sendiri merupakan prioritas nasional. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah mencanangkan agar prevalensi stunting ditekan serendah-rendahnya dengan target 14 persen pada tahun 2024.
“Penanganan stunting perlu kerja keras, karena kita tau stunting ini jadi prioritas pemerintah untuk kita turunkan besar besaran,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cidahu Asep Saepul Parlan menambahkan angka Kasus stunting pada tahun 2019 mencapai 12 persen. Namun berkat dukungan semua, kasus tersebut bisa semakin di tekan, dan kini hanya 3 persen dalam satu kecamatan.
“Alhamdulillah saat ini telah terjadi penurunan prevalensi stunting, desa Cidahu sendiri termasuk wilayah yang paling rendah,” tandasnya
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












