Cerita Pilu Korban Terdampak Pergerakan Tanah di Cibadak

Selasa, 15 Desember 2020 - 11:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Rina, korban bencana pergerakan tanah di Kampung Cicadas RT 04/08, Desa Neglasari, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi hanya bisa terisak dan pasrah saat rumahnya rata dengan tanah. Kini, wanita berusia 41 tahun ini bersama keluarganya terpaksa mengungsi di rumah orangtuanya yang berjarak sekitar setengah kilometer.

Kepada jurnalsukabumi.com, ibu dua anak ini menceritakan rumahnya merupakan salah satu yang terparah terdampak pergerakan tanah. Pada saat terjadinya bencana itu, Jumat (11/12/20). Pergerakan tanah yang membuat tanah di rumahnya terbelah dengan lebar hingga 40 sentimeter membuat rumah semi permanen milik korban miring.

“Saat kejadian pertama rumah saya jadi miring, saya kaget ketika pulang dari rumah sakit, akhirnya saya bersama keluarga mengevakuasi barang yang berharga ke rumah orangtua saya,” ungkap Rina, sembari meneteskan air mata.

Rasa pilu dan nestapa kian menjadi, dirasakan oleh Rina pada Minggu pagi (13/12/20), yang mmebuat rumahnya tambah parah akibat pergerakan tanah kian membesar dan kondisinya rumahnyapun tak bisa diselematkan hingga roboh.

“Ya gimana lagi, namanya juga musibah, untung saja saya sudah memindahkan barang-barang dan berpindah ke rumah orangtua. Kalau tidak saya ma keluarga bisa tertimpa,” paparnya.

Saat ditanya soal bantuan yang telah diberikan, Rina mengaku, hanya mendapatkan sembako dan sandang pangan untuk sehari-hari. Rina berharap kondisi rumah yang robohnya bisa dibantu oleh pemerintah.

“Saya berharap dan meminta kepada pemerintah untk rumah saya segera diperbaiki, apalagi dengan kondisi covid-19 yang serba susah,” harapnya.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman mengatakan, upaya dari pihak pemerintah sendiri sudah melakukan langkah-langkah, mulai dari musyawarah bersama RT, RW, tokoh masyarakat dan pihak desa untuk mendata dan mencari soalusi.

“Kami berkoordinasi dengan pemerintah setempat yakni desa, bahkan kami juga berkoordinasi dengan kecamatan, bukan hanya penanganan pada saat ini saja. Tapi pasca bencana atau recovery nanti bisa berjalan lancar,” katanya.

Reporter: Ifan II Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Tragis! Ayah dan Anak Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal di Panenjoan Ciemas
Dugaan Asusila Anak di Ujunggenteng, Polisi Tetapkan Tetangga Korban sebagai Tersangka
Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026
Lahan Sawit di Parakansalak Terbakar, Petugas Gabungan Evakuasi CepatĀ 
Uang Rp34,9 Juta Raib di Parungkuda, Diduga Digasak Pelaku Modus Gembos Ban
Bawa Muatan 9 Ton, Truk Terguling di Tanjakan Baed Warungkiara
Perahu Nelayan Hampir Tenggelam di Perairan Palabuhanratu, Ikan Pepetek Berhamburan
Dugaan Peras Poktan, Pria Ngaku KPK Jabar Terancam 9 Tahun KurunganĀ 

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 10:38 WIB

Tragis! Ayah dan Anak Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal di Panenjoan Ciemas

Selasa, 29 September 2026 - 08:05 WIB

Dugaan Asusila Anak di Ujunggenteng, Polisi Tetapkan Tetangga Korban sebagai Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 13:54 WIB

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026

Minggu, 27 September 2026 - 20:34 WIB

Lahan Sawit di Parakansalak Terbakar, Petugas Gabungan Evakuasi CepatĀ 

Jumat, 25 September 2026 - 18:22 WIB

Uang Rp34,9 Juta Raib di Parungkuda, Diduga Digasak Pelaku Modus Gembos Ban

Berita Terbaru