Pemilih Amerika Tidak Bisa Memilih Capres Secara Langsung

Senin, 2 November 2020 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Idham Holik (Anggota KPU Jawa Barat)


Selasa, 3 November 2020 adalah Election Day bagi warga Amerika Serikat (AS) untuk memilih calon presidennya. Pemberian suara (ballot casting) dalam Pemilu Presiden (Pilpres) AS tidak hanya diberikan di TPS (ballot stations) saja tetapi juga bisa melalui absentee voting dalam masa pemberian suara awal (early voting) –pemilih tidak perlu datang ke TPS.

Menurut the US Elections Project, Universitas Florida, sampai dengan 30 Oktober 2020, sudah ada lebih dari 85 juta warga Amerika Serikat yang memberikan suara di awal (early voting). Mereka mayoritas menggunakan surat suara pos (postal ballots)., karena mereka menganggap pemberian suara di TPS bersifat crowded (penuh sesak banyak pemilih). Mereka menghindari inveksi Covid-19.

Pilpres AS tetap diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19. Fakta elektoral ini menegaskan bahwa Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang menyelenggarakan pemilihan di tengah pandemi Covid-19. Ada puluhan negara yang tetap melangsungkan pemilu/referendum di tengah pandemik Covid-19, baru saja negara Moldova menyelenggarakan pemilu presidennya yang ke-4 pada Senin, 1 November 2020.

Di Pemilu Presiden, pemilih Amerika Serikat tidak bisa memilih calon presidennya secara langsung, tetapi mereka memilih elektor. Mengapa demikian karena sistem pemilunya menggunakan Electoral College System.

Sistem tersebut juga mendapatkan kritik, karena dianggap kurang demokratis (less democratic). Kandidat yang mendapat suara popular, belum tentu bisa memenangkan Pemilu Presiden (Pilpres). Pada Pilpres AS 2016, Hillary Clinton yang berpasangan dengan Tim Kaine memperoleh popular vote (suara rakyat/pemilih) sebanyak 65.853.514 harus terkalah dengan Donal Trump yang berpasangan dengan Mike Pence dengan popular vote 62.984.828. Mengapa demikian karena Trump meraih 304 suara elektor, sedangkan Hillary hanya 227 suara elektor.

Berbanggalah jadi Pemilih Indonesia

Oleh karena itu, berbangga lah jadi pemilih Indonesia, karena sejak tahun 2004 yang lalu, dapat memilih calon presiden dan wakil presiden secara langsung. Tapi cukup disayangkan masih saja ada pemilih yang belum bisa melihat keunggulan sistem pemilu di Indonesia. Masih ada absentisme (absenteeism) atau yang populer dikenal golput (golongan putih) yang tidak mau datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) karena pertimbangan apatisme dan bahkan sinisme politik. Padahal jelas, demokrasi menjadi amanah konstitusional dari para pendiri bangsa dan negara (founding persons). Menjadi pemilih aktif adalah salah satu cara menjalankan amanah konstitusional.

Sebentar lagi, Rabu, 9 Desember 2020, di 270 daerah akan dilangsungkan pemberian suara Pemilihan/Pilkada Serentak 2020. Bagi sobat FB yang tinggal di daerah pemilihan dan memiliki hak pilih, jangan lupa ya datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih secara langsung untuk memilih kandidat atau pasangan calon.

Apakah itu Electoral College System?

Arti kata kolese atau dewan (college) dalam sistem tersebut adalah sekelompok orang dengan tugas bersama yaitu untuk memilih presiden dan wakil presiden. Mereka disebut elektor (electors) dan bertemu setiap 4 tahun sekali, beberapa minggu setelah hari pemilihan (election day).

Jadi pengertian Sistem Kolese atau Dewan Elektoral (Electoral College System) adalah kelompok elektoral presidensial yang memilih presiden dan wakil presiden Amerika Serikat. Di 50 negara bagian (states) dan ditambah Washington DC saat ini ada 538 elektor, sehingga untuk memenangkan Pemilu Presiden, partai politik harus mendapatkan 270 atau lebih elektor.

Dalam gambir peta AS berikut terdeskripsikan jumlah elektor di setiap negara bagian (states). Jumlah elektor di setiap negara bagian (state) sangat bergantung pada jumlah penduduk. Artinya, semakin banyak jumlah penduduk, maka semakin banyak elektornya. Negara bagian yang memiliki elektor terbanyak adalah California yaitu sebanyak 55 orang, sedangkan sebaliknya yang paling sedikit adalah negara bagian (states) Wyoming, Alaska dan North Dakota serta Washington DC (ibu kota AS) yaitu masing-masing 3 elektor.

Cara menghitungan peraihan suara elektoral di negara bagian (states). Misalnya, jika seorang calon presiden memenangkan 50,1 % suara di California, maka dia akan meraih 55 suara elektoral di negara bagian tersebut.

Di akhir tulisan ringkas dan ringan ini, saya ingin mengucapkan Happy Election Day buat semua pemilih Amerika Serikat dalam Pemilu Presiden 2020 ini.

Berita Terkait

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi
Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak
Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa
Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas
Kemudahan yang Menjerat: Krisis Pengelolaan Keuangan di Era Pinjaman Cepat
Menjemput Berkah di Tengah Badai Geopolitik: Jihad Ekonomi, Budaya, dan Spiritual Kabupaten Sukabumi
Di Balik Senyum Siswa Sukabumi: Rasa Syukur atas Kehadiran Heri Gunawan
Semangat Kartini yang Tak Pernah Usai di Ujung Pengabdian

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 11:52 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:39 WIB

Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:55 WIB

Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:57 WIB

Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:17 WIB

Kemudahan yang Menjerat: Krisis Pengelolaan Keuangan di Era Pinjaman Cepat

Berita Terbaru