Pascademo, Marak Aksi Vandalisme dan Perusakan Fasilitas Umum di Kota Sukabumi, Apa Kata Wali Kota?

Rabu, 14 Oktober 2020 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pascaunjuk rasa buruh dan mahasiswa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja pekan lalu, mengakibatkan kerusakan fasilitas umum. Salah satunya disebabkan aksi vandalisme seperti di Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Sukabumi.

Pantauan jurnalsukabumi.com di lokasi, Rabu (14/10/2020), aksi corat-coret yang menyasar dinding dan gerbang utama Gedung DPRD Kota menggunakan cat semprot. Sehingga menimbulkan pemandangan yang tidak enak dipandang mata.

Selain itu, ada juga beberapa gambar atau lukisan seronok yang menyerupai alat kelamin pria di sepanjang Jalan H. Djuanda Kota Sukabumi. Hingga berita ini diturunkan, kerusakan pintu keluar Gedung Balai Kota Sukabumi pun terlihat masih belum diperbaiki akibat aksi saling dorong pada aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa hari yang lalu ini.

Aksi vandalisme itu diduga dilakukan oleh oknum pendemo. Pasalnya, sebelum unjuk rasa dimulai, coretan-coretan tersebut tak terlihat.

Wali Kota Sukabumi Acmad Fahmi, angkat bicara dengan soal aksi tidak terpuji oknum demonstran tersebut. Fahmi mengaku prihatin atas tindakan beberapa oknum yang telah melakukan aksi perusakan dan vandalisme pada sejumlah fasilitas umum.

“Saya sangat prihatin dan menyayangkan atas tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut. Namun saya berharap nantinya hal seperti itu tidak kembali terjadi,” ujarnya kepada wartawan.

Dalam menyampaikan aspirasinya, lanjut dia, seharusnya para pelaku demonstran hendaknya mengedepankan asas dan nilai kesantunan serta standar nilai moral yang tinggi. “Sampaikanlah aspirasi tersebut dengan baik, apabila penyampaiannya ingin didengar oleh pemerintah pusat, harusnya dilakukan dengan cara-cara yang baik juga,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, terkait perusakan dan vandalisme di sejumlah tempat fasilitas publik tersebut, sementara ini masih dilakukan penghitungan secara matang. “Saya berharap untuk kedepannya, aksi unjuk rasa seperti ini tidak kembali terulang. Mari bersama-sama untuk menjaga kota kita, dengan cara menjaga dan merawatnya secara baik dan bertanggungjawab,” pungkasnya.

Reporter : Rizky Miftah | Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Meninggalkan Kampung Lama, Kasepuhan Ciptamulya Bersiap dengan Identitas Baru
327 Pejabat Pemkab Sukabumi Dilantik, Bupati Asep Japar Tantang Birokrasi Buktikan Kinerja
Oknum Komite MAN 3 Sukabumi Ditangkap Kasus Sabu, 6 Paket Barang Bukti Diamankan
Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali
Rp8,4 Miliar Hak Buruh Belum Dibayar, PT Wilton dan BBP Didesak Bertanggung Jawab
US Oknum Kades Tamanjaya Ciemas Positif Narkoba, Polisi Ungkap Barang Bukti Alat Hisap Sabu
Kades di Ciemas Berada di Satresnarkoba, Kapolres: Masih Dalam Penyelidikan
Ketegangan Warnai Penataan Trayek di Terminal Benda, Sopir Angkot 02 Tolak Aturan Sepihak!

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:06 WIB

Meninggalkan Kampung Lama, Kasepuhan Ciptamulya Bersiap dengan Identitas Baru

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:07 WIB

327 Pejabat Pemkab Sukabumi Dilantik, Bupati Asep Japar Tantang Birokrasi Buktikan Kinerja

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Oknum Komite MAN 3 Sukabumi Ditangkap Kasus Sabu, 6 Paket Barang Bukti Diamankan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Rp8,4 Miliar Hak Buruh Belum Dibayar, PT Wilton dan BBP Didesak Bertanggung Jawab

Berita Terbaru