JURNALSUKABUMI.COM – Rasa peduli dan keperihatinan dalam diri seseorang tampaknya bukan hanya sekedar bahasa dan kata. Namun berbeda yang dilakukan Mata Sosial yang mengimplementasikan bukti peduli dan rasa dermawannya dengan memberikan bantuan dua kaki palsu ke penyandang disabilitas Raisalman (8) warga Cipatat, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Senin (11/11/19).
Pagi yang cerah dan angin bersayup menyelimuti kediaman Ibunda penyandang disabilitaa Raisalman, Titi, kabar gembira dan rasa bahagia mulai terdengar suara pintu yang mengetuknya, tiba-tiba tim relawan Mata Sosial menyapa Ibunda sebatang kara yang telah ditinggal suaminya hari Minggu (10/11/19).
Para relawan mengajak Ibunda Raisalman untuk berangkat menuju Bandung, tujuan ke Kota Kembang bagi Raisalman bagaikan bunga mawar yang mengeluarkan aroma wangi untuk masa depannya sebagai penyandang disabilitas.
“Saya memang kaget dan tak disangka, mau di bawa ke Bandung untuk membuat kaki palsu untuk anak saya, saya sangat berterimakasih,” ungkap Ibunda Raisalman, Titi.
Perjalanan menuju Bandung bersama tim Mata Sosial, Ibunda dan Raisalman diajak untuk bermain, makan dan menginap di hotel berbintang. Rasa haru dan terimakasih menyelimuti Titi sembari mengucurkan air mata yang rencan pada hari Senin (11/11/19) anak kesayangannya akan dibuatkan kaki palsu di Cipadung, Bandung.

“Haturnuhun pisan, kangge para relawan anu parantos ngabantos ibu, mudah mudahan Allah tiasa ngamudahkeun,” kata Titi, dengan nada bahas sunda.
Tim relawan membuatkan dua kaki palsu Raisalman sekaligu mengajak untuk menikmati suasa Kota Bandung. Tampak sumringah dan senang. Pasalnya bocah penyandang cacat ini harus berjalan kaki menuju sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Qura’an sejauh satu kilometer. Hingga tiba di sekolah Ia bercucur keringat karena susahnya saat berjalan.
“Kami sangat termotivasi, sehingga bersama tim membuatkan kaki palsu dengan mengajak sejumlah dermawan yakni Ndro Beii dan yang lainnya,” ungkap aktivis Mahasiswa HMI sekligus Tim Relawan Mata Sosial.
Ditambahkan tim relawan lainnya Ruslan Raya menjelaskan, Kaki palsu yang dibuatkan tim relawan sendiri yakni dua buah. Karena melihat kondisi anak-anak yang dikhawatirkan mudah rusak, untuk mengantisipasi dibuatkan dua buah buah kaki palsu.

“Kaki palsu yang kami buatkan dua, agar lebih mudah atau antisipasi kerusakan saat Raisalman mengenakannya,” jelasnya.
Reporter : FK Robbi
Redaktur : ES












