Sukabumi Masuk Zona Merah Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Indonesia

Rabu, 5 Agustus 2020 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Arist Merdeka 
Sirait

i

Ketua Umum Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Arist Merdeka Sirait

JURNALSUKABUMI.COM – Ketua Umum Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Arist Merdeka
Sirait menyebut wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi masuk dalam zona merah kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia.

Setelah kemarin kasus baru terjadi di Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, dimana seorang pria berinisial T (70) diduga melakukan pencabulan terhadap tujuh anak di bawah umur.

Ia pun menyebut, sejumlah kasus kejahatan seksual terhadap anak di Sukabumi itu diakibatkan terjadinya pola asuh anak yang salah dalam ketahanan keluarga.

“Terjadinya sejumlah kekerasan terhapa anak di wilayah Sukabumi karena adanya prilaku sosial, dalam arti konteks ketahanan keluarga dalam mengasuh anak yang salah,” kata Merdeka Sirait kepada wartawan usai mengunjungi Mapolres Sukabumi Kota, Rabu (05/08/20).

Tidak hanya itu kata dia, kepedulian keluarga dan lingkungan sekitar terhadap korban pun kurang. Sehingga pemahaman dalam menerapkan pola asuh anak yang harus segera dibenahi.

“Saya kira menempatkan pola asuh anak itu yang harus benar, jadi pemahaman tentang bagaimana rumah harus terus beribadah, rumah harus bersahabat, tetapi disini tidak ada, sehingga muncul adanya kekerasa terhadap anak,” sebutnya.

Selain itu, kekerasan seksual terhadap anak bukan terjadi karena adanya faktor kekurangan ekonomi. Tetapi kemiskinan itu hanya memperkuat prilaku para pelaku kekerasan seksual terhadap anak.

“Bukan karena faktor ekonomi yang atas adanya kekerasan terhdap anak, itu hanya sebagai penggiring saja. Potensi korban menjadi pelaku dikemudian hari akan sangat besar terjadi apabila mereka tidak dilakukan terapi, karena sebagian besar para pelaku kekerasa adalah korban kekerasan juga sebelumnya,” tutupnya.

Reporter: Rizky Miftah II Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 
Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda
Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total
Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026
Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
Pesisir Sukabumi Bersuara, HNSI Minta Aturan Benur Tak Lagi Membingungkan Nelayan
Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:56 WIB

Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:19 WIB

Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:19 WIB

Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:11 WIB

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:25 WIB

Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Berita Terbaru

PERISTIWA

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:11 WIB