Kendala Gelombang Tinggi, Tim SAR Hentikan Pencarian Korban Tenggelam di Pantai Kapitol

Senin, 6 Juli 2020 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Tim SAR gabungan menghadapi gelombang tinggi saat melakukan pencarian terhadap Soleh Suparto (20), seorang pemuda asal Klaten, Jawa Tengah, yang terseret ombak di Pantai Kapitol. Saat Operasi SAR pada pagi hingga sore, Senin (06/07/20).

Pencarian korban dengan membagi tim SAR gabungan menjadi dua SRU, dimana pada SRU pertama melakukan penyisiran dengan menggunakan perahu jukung dari lokasi kejadian hingga sejauh 1 Nauticamile(Nm), dan SRU kedua melakukan penyisiran di sepanjang bibir pantai dengan pengamatan secara visual hingga sejauh 1 Km dari lokasi kejadian.

BACA JUGA: Hilang Digulung Ombak Cisolok, Korban Asal Klaten Masih Pencarian

“Tim SAR gabungan sudah berusaha semaksimal mungkin dalam pencarian hari ini namun adanya kendala gelombang yang cukup tinggi sekitar 1,5 hingga 2,5 Meter, sehinhha menghambat pergerakan pada hari ini.” ungkap Hendra Sudirman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Sukabumi, Polair Polres Sukabumi, Polsek Cisolok, BPBD Kabupaten Sukabumi, PMI Kabupaten Sukabumi, Koramil Cisolok, Pramuka Peduli Sukabumi, SAR MTA, IEA Sukabumi, Balawista, Sograbis (Grab) Sukabumi, dan HNSI Kabupaten Sukabumi memutuskan untuk menghentikan penyisiran sekitar pukul 17.00 WIB dan melanjutkannya dengan pemantauan secara visual di sekitar lokasi kejadian.

BACA JUGA: Digulung Ombak Pantai Cisolok, Remaja Asal Klaten Hilang

“Rencana Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada Selasa (07/0720) besok pagi oleh tim SAR gabungan dan berharap kondisi cuaca baik supaya operasi SAR bisa berlangsung secara maksimal,” pungkasnya.

Reporter: Ifan || Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran
Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan
Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran
Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes
Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki
Korban Jiwa Kembali Berjatuhan, Tambang Ilegal Masih Marak di Sukabumi
Lilin saat Listrik Padam Berujung Petaka, Tiga Bocah Meninggal dalam Kebakaran di Sukabumi
Dua Kios Terbakar di Parungkuda, Satu Orang Alami Luka Bakar

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:37 WIB

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:56 WIB

Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:48 WIB

Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:03 WIB

Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIB

Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki

Berita Terbaru