Parkir Per Jam Diberlakukan, Pengamat Soroti Fasilitas dan Ancaman Kebocoran PAD hingga Konflik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kebijakan tarif parkir berbasis durasi atau per jam yang mulai diterapkan di sejumlah destinasi wisata Kabupaten Sukabumi menuai kritik.

Di tengah upaya Dinas Pariwisata menata parkir melalui program Parkir Wisata Someah, pengamat menilai pembenahan fasilitas wisata justru harus menjadi prioritas utama sebelum membebankan biaya tambahan kepada pengunjung.

Pengamat pariwisata, Juna Kartadipura, mengatakan kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan persepsi negatif apabila tidak dibarengi peningkatan kualitas pelayanan dan infrastruktur di lokasi wisata.

Menurutnya, wisatawan akan lebih mudah menerima tarif apabila manfaat yang diterima juga terasa, mulai dari akses jalan, area parkir yang tertata, toilet bersih, hingga fasilitas pendukung lainnya.

“Kalau fasilitasnya belum berubah, sementara tarif parkir dihitung per jam, yang muncul justru pertanyaan dari wisatawan: uang yang dibayarkan itu digunakan untuk apa,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).

Dalam skema yang diluncurkan Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, tarif dua jam pertama ditetapkan Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp3.000 untuk mobil penumpang. Setelah melewati dua jam, tarif dikenakan per jam dengan batas maksimal harian Rp10.000 untuk sepeda motor dan Rp15.000 untuk mobil.

Kebijakan tersebut mulai diterapkan sebagai proyek percontohan di 13 kawasan wisata, di antaranya Pantai Palangpang, Pangumbahan, Puncak Darma, Pantai Istana Presiden, Geyser Cisolok hingga Pantai Kebon Kelapa.

Namun, Juna menilai kebijakan tarif progresif itu seharusnya diikuti dengan standar pelayanan yang jelas di setiap destinasi.

Ia mencontohkan, di sejumlah objek wisata milik pemerintah daerah, pengunjung telah membayar tiket masuk, tetapi masih menjumpai berbagai persoalan seperti akses jalan yang kurang baik, minimnya tempat beristirahat, hingga kondisi toilet yang belum memadai.

“Jangan sampai wisatawan merasa hanya dikenakan biaya tambahan, tetapi tidak merasakan peningkatan pelayanan. Itu bisa memengaruhi citra pariwisata Sukabumi,” katanya.

Selain soal fasilitas, Juna juga menyoroti aspek pengelolaan parkir. Menurutnya, sistem tarif per jam membutuhkan pengawasan yang ketat agar tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Ia mempertanyakan mekanisme pengawasan, termasuk kejelasan petugas yang akan mengelola parkir di berbagai lokasi wisata.

Pasalnya, titik parkir berada di kawasan yang beragam, mulai dari jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, hingga lahan milik masyarakat atau pengelola wisata.

Apabila sistem pengawasannya tidak disiapkan secara matang, kebijakan yang bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru dikhawatirkan membuka peluang terjadinya kebocoran pendapatan.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan potensi munculnya konflik sosial apabila pembagian kewenangan pengelolaan parkir tidak diatur secara jelas.

Menurutnya, selama ini sejumlah lokasi parkir telah dikelola oleh kelompok masyarakat setempat. Karena itu, perubahan sistem harus disertai sosialisasi dan kepastian aturan agar tidak memicu perselisihan.

Juna berharap dinas pariwisata menjadikan program Parkir Someah sebagai momentum memperbaiki tata kelola pariwisata secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada penarikan retribusi.

“Kalau ingin wisatawan nyaman, yang pertama mereka rasakan adalah pelayanan dan fasilitasnya. Setelah itu, soal tarif biasanya tidak akan menjadi persoalan,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Iman Adinugraha Raih IJTI Award, Dorong Aspirasi Sukabumi dari Parlemen Nasional
Budi Setiawan Resmi Pimpin IJTI Sukabumi Raya Periode 2026–2029
Nanan Apon Bawa Gagasan Cidadap Sejahtera dan Mandiri, Fokus Petani hingga Pelayanan Publik
Dari Surade ke Panggung Asian Games 2026, Siti Dalfa Bawa Jaipong Sukabumi ke Jepang
Tiga Nama Resmi Daftar Calon Ketua IJTI Sukabumi Raya, Ini Visi Misinya!
Disambangi Bupati, Kang Aripin Beri Layanan Kesehatan di HJKS 2026
Punya Latar Kebidanan, Fitria Aryani Justru Tekuni Ribuan Pohon Cabai di Ciracap
Tinta Emas Pendidikan Sukabumi: Rektor UMMI Reny Sukmawani Resmi Sandang Gelar Guru Besar

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 06:50 WIB

Iman Adinugraha Raih IJTI Award, Dorong Aspirasi Sukabumi dari Parlemen Nasional

Sabtu, 26 September 2026 - 17:07 WIB

Budi Setiawan Resmi Pimpin IJTI Sukabumi Raya Periode 2026–2029

Senin, 21 September 2026 - 13:46 WIB

Nanan Apon Bawa Gagasan Cidadap Sejahtera dan Mandiri, Fokus Petani hingga Pelayanan Publik

Senin, 21 September 2026 - 12:48 WIB

Dari Surade ke Panggung Asian Games 2026, Siti Dalfa Bawa Jaipong Sukabumi ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 13:17 WIB

Tiga Nama Resmi Daftar Calon Ketua IJTI Sukabumi Raya, Ini Visi Misinya!

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam