Sempat Viral, RSUD Palabuhanratu Sebut Pasien Tak Masuk Kategori Gawat Darurat

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Viral video seorang pasien dibawa pulang dari RSUD Palabuhanratu memicu sorotan publik dan memunculkan beragam reaksi di media sosial.

Dalam video tersebut, pihak keluarga mengaku kecewa karena merasa pasien tidak mendapatkan penanganan maksimal saat datang ke rumah sakit.

Pasien bernama Sumiyati disebut sudah mengalami sakit selama beberapa minggu dengan kondisi lemas dan pusing. Sang suami, Embad, mengaku berharap istrinya mendapat tindakan cepat berupa pemasangan infus dan perawatan lebih lanjut.

Namun setelah menjalani pemeriksaan, pihak rumah sakit menilai kondisi pasien tidak masuk kategori gawat darurat dan tidak memiliki indikasi medis untuk rawat inap.

Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Palabuhanratu, Rizky Tanzil, menjelaskan bahwa dokter jaga telah melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh terhadap pasien saat tiba di IGD.

“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda kegawatdaruratan. Kesadaran pasien baik, tekanan darah normal, denyut nadi stabil, dan kekuatan otot juga normal,” jelasnya, Kamis (7/5/2026).

Menurut Rizky, dokter jaga kemudian menyarankan pasien menjalani rawat jalan ke poliklinik spesialis saraf karena secara medis belum memenuhi syarat untuk dilakukan rawat inap.

Ia menegaskan bahwa rumah sakit tidak pernah menolak pasien, melainkan menjalankan prosedur pelayanan berdasarkan indikasi medis agar tindakan yang diberikan tepat dan tidak berlebihan.

“Kami tidak menolak pasien. Semua tindakan medis harus berdasarkan indikasi. Kalau tidak ada indikasi rawat inap atau pemasangan infus, tentu dokter akan menjelaskan itu kepada keluarga,” ujarnya.

Terkait ucapan dokter mengenai cairan infus yang sempat dipersoalkan keluarga pasien, pihak rumah sakit menyebut hal tersebut merupakan bagian dari edukasi medis agar masyarakat memahami bahwa pemasangan infus bukan tindakan wajib untuk semua pasien.

Rizky juga menyebut kemungkinan terjadi miskomunikasi antara keluarga pasien dengan tenaga medis di lapangan.

“Keluarga berharap pasien langsung dirawat, sementara dokter melihat kondisi pasien masih dapat ditangani melalui rawat jalan dan Observasi,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan
Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama
Disnakertrans Sukabumi Pastikan Layanan Kartu Kuning Tetap Berjalan Meski ASN WFH
DPPKB Kabupaten Sukabumi Kejar 6.810 Akseptor, KB Pasca Persalinan Jadi Andalan Pengendalian Penduduk
BPR Sukabumi Terus Berinovasi, SIMPEN Jadi Jembatan Layanan Perbankan yang Lebih Mudah
Ribuan Massa Aliansi Masyarakat Peduli MBG Bakal “Putihkan” Sukabumi dengan Aksi Damai dan Istighosah
Disnakertrans Sukabumi Siapkan SDM Siap Kerja Lewat Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:33 WIB

Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:10 WIB

MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:58 WIB

Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:55 WIB

Disnakertrans Sukabumi Pastikan Layanan Kartu Kuning Tetap Berjalan Meski ASN WFH

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:35 WIB

DPPKB Kabupaten Sukabumi Kejar 6.810 Akseptor, KB Pasca Persalinan Jadi Andalan Pengendalian Penduduk

Berita Terbaru

PERISTIWA

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:11 WIB