DPRD Sukabumi Soroti Bonus Produksi PLTP Salak, Dorong Revisi Aturan dan Keberpihakan ke Warga

Rabu, 1 April 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – DPRD Kabupaten Sukabumi mulai angkat suara terkait aliran dana besar dari aktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak. Melalui Komisi II, lembaga legislatif ini mendorong evaluasi menyeluruh terhadap skema Bonus Produksi (BP) agar lebih berpihak kepada masyarakat terdampak.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Bayu Permana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima berbagai aspirasi dari masyarakat, termasuk saat audiensi dengan organisasi sipil Cinta Karya Alam Lestari (Cikal) pada Oktober 2025 lalu. Salah satu poin utama yang mengemuka adalah tuntutan revisi Peraturan Bupati Sukabumi Nomor 33 Tahun 2018.

Saat ini, regulasi tersebut mengatur pembagian BP dengan skema 50 persen untuk 13 desa di sekitar wilayah PLTP Salak, dan 50 persen lainnya untuk program prioritas daerah melalui RPJMD. Namun, DPRD menilai skema tersebut sudah tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini.

“DPRD melihat perlu ada penyesuaian. Kondisi masyarakat sudah berubah, sehingga pembagian harus lebih berpihak kepada wilayah yang terdampak langsung,” ujar Bayu.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sukabumi sejatinya sudah memiliki sumber pendapatan lain dari sektor panas bumi, yakni Dana Bagi Hasil (DBH). Oleh karena itu, Bonus Produksi seharusnya difokuskan lebih besar untuk desa-desa di lingkar tambang yang merasakan dampak langsung aktivitas tersebut.

DPRD juga mencontohkan skema di Kabupaten Bogor yang telah menerapkan pembagian 70 persen untuk desa dan 30 persen untuk pemerintah daerah. Model ini dinilai bisa menjadi referensi dalam mendorong perubahan kebijakan di Sukabumi.

Tak hanya soal pembagian, DPRD turut menyoroti efektivitas penggunaan anggaran di tingkat desa. Bayu menilai, dana yang sudah disalurkan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama di sektor kesehatan dan sanitasi.

Karena itu, DPRD mendorong penerapan mandatory spending dalam regulasi yang ada, agar penggunaan anggaran lebih terarah dan mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Dengan mandatory spending, desa punya panduan jelas dalam memprioritaskan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, DPRD juga mengkritisi minimnya ruang partisipasi publik dalam pengelolaan Bonus Produksi. Selama ini, skema yang berjalan dinilai masih bersifat administratif dan terbatas pada hubungan antara perusahaan dan pemerintah (Business to Government).

Ke depan, DPRD mendorong agar pengelolaan BP membuka ruang lebih luas bagi keterlibatan masyarakat, termasuk media, akademisi, dan organisasi sipil.

“DPRD ingin ada perubahan pola, dari sekadar administratif menjadi lebih partisipatif,” tambah Bayu.

Tak kalah penting, DPRD juga menyoroti isu lingkungan yang mulai dirasakan masyarakat di sekitar wilayah PLTP Salak, khususnya terkait fenomena gempa lokal di Kecamatan Kabandungan dan Kalapanunggal.

Meski belum ada kepastian penyebab, DPRD menilai perlu adanya kajian ilmiah yang melibatkan berbagai pihak. Selain itu, DPRD juga mendorong pemanfaatan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pelestarian Pengetahuan Tradisional atau Perda Patanjala sebagai instrumen pengawasan berbasis kearifan lokal.

Perda tersebut, yang telah disahkan bersama pemerintah daerah, menjadi salah satu langkah DPRD dalam menjaga keseimbangan antara eksploitasi sumber daya alam dan kelestarian lingkungan.

“DPRD ingin setiap aktivitas usaha, terutama yang berbasis sumber daya alam, juga menginternalisasi nilai-nilai perlindungan lingkungan sesuai Perda Patanjala,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

400 SPPG Wajib Urus PBG, DPRD Sukabumi Hitung Potensi PAD Bisa Tembus Rp2 Miliar
DPRD Pasang Target: Ratusan SPPG Harus Kantongi PBG dan SLF Sebelum 31 Desember
DPRD Sukabumi Minta Tambahan Anggaran Perubahan APBD 2026, Fokus Program Prioritas
DPRD Sukabumi Mulai Bedah Perubahan APBD 2026, Anggaran Prioritas Jadi Perhatian
Dewan Teddy: Infrastruktur Wilayah II Terus Diperbaiki, Pembangunan Dilakukan Bertahap Sesuai Kemampuan Anggaran
Budi Azhar Bicara 81 Tahun Kemerdekaan: Jangan Lupakan Pejuang, Jangan Hilangkan Persatuan
Oknum Kades Tamanjaya Positif Sabu, Dewan Batman Soroti Ciemas Darurat Narkoba
DPRD Sukabumi Dorong Dua Regulasi Strategis, Disabilitas Disahkan dan Ketenagakerjaan Dibahas

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 12:55 WIB

400 SPPG Wajib Urus PBG, DPRD Sukabumi Hitung Potensi PAD Bisa Tembus Rp2 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 18:13 WIB

DPRD Pasang Target: Ratusan SPPG Harus Kantongi PBG dan SLF Sebelum 31 Desember

Kamis, 3 September 2026 - 15:28 WIB

DPRD Sukabumi Minta Tambahan Anggaran Perubahan APBD 2026, Fokus Program Prioritas

Kamis, 3 September 2026 - 12:58 WIB

DPRD Sukabumi Mulai Bedah Perubahan APBD 2026, Anggaran Prioritas Jadi Perhatian

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:19 WIB

Dewan Teddy: Infrastruktur Wilayah II Terus Diperbaiki, Pembangunan Dilakukan Bertahap Sesuai Kemampuan Anggaran

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam