JURNALSUKABUMI.COM – Tumpukan sampah yang berserakan di kawasan Pantai Istana Presiden Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi sorotan publik. Kondisi tersebut mencuat setelah sebuah video berdurasi sekitar 1 menit 16 detik beredar dan memperlihatkan sampah menumpuk di sepanjang bibir pantai.
Dalam rekaman tersebut terlihat berbagai jenis sampah mulai dari plastik, limbah rumah tangga hingga potongan kayu yang terbawa arus laut. Tumpukan sampah itu tampak menyebar di beberapa titik kawasan pantai yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di wilayah Palabuhanratu.
Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan warga setempat karena dikhawatirkan dapat merusak keindahan kawasan wisata sekaligus mengganggu kenyamanan pengunjung.
Dalam video yang beredar, terdengar seorang warga lokal menyoroti pengelolaan sampah di kawasan wisata tersebut. Ia menduga salah satu penyebab menumpuknya sampah adalah keterlambatan pengangkutan oleh petugas kebersihan.
Menurutnya, ketika sampah tidak segera diangkut, sebagian sampah diduga dimasukkan ke dalam pasir dengan cara digali dan kemudian ditutup. Namun saat air laut pasang, sampah yang tertimbun tersebut kembali muncul ke permukaan.
“Tinggali sampah, seperti ini tata kelola pariwisata Palabuhanratu. Salah satunya ketika mobil pengangkut terlambat, sampah dimasukkan ke pasir, digali lalu ditutup. Ketika air besar datang, sampahnya membludak lagi,” ujar warga dalam rekaman video tersebut.
Ia juga menyebutkan kondisi sampah terlihat cukup mencolok di sekitar kawasan Pantai Istana Presiden Citepus. Bahkan menurutnya, di beberapa titik lain kondisi sampah disebut lebih parah dan sulit ditangani oleh satu orang saja.
“Di sini di depan pantai IP, di depan Asri malah lebih parah lagi. Tidak bisa ditangani oleh satu orang saja,” lanjutnya sambil meminta perhatian para pejabat terkait.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi Nunung Nurhayati memastikan pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan sampah di kawasan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa penanganan akan dilakukan secepatnya agar kondisi pantai kembali bersih dan nyaman bagi wisatawan.
“Insya Allah habis lebaran kami tangani. Mohon doanya ya, terima kasih atas informasinya,” ujar Nunung.
Ke depan, pengelolaan sampah di kawasan wisata pantai diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal. “Selain peran petugas kebersihan, kesadaran masyarakat dan wisatawan juga dinilai penting agar kawasan wisata pesisir tetap terjaga kebersihannya serta tidak mengganggu citra pariwisata Sukabumi,” tambahnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












