JURNALSUKABUMI.COM – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali turut hadir dan mendampingi kegiatan silaturahmi dan safari Ramadan yang digelar Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar di Pondok Pesantren Azzainiyyah, Nagrog, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026).
Kehadiran Budi Azhar Mutawali yang juga merupakan Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya tampak berada di barisan rombongan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia bersama jajaran pengurus pusat partai berlambang pohon beringin tersebut.
Rombongan DPP Partai Golkar yang hadir di antaranya Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji, para Wakil Ketua Umum Partai Golkar serta anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI.
“Alhamdulilah kita bisa hadir dan mendampingi langsung kegiatan. Untuk acaranya kemarin berlangsung di lingkungan Ponpes Azzainiyyah dengan diawali penyambutan kedatangan rombongan sekitar pukul 16.30 WIB bersama para santri dengan lantunan selawat,” kata Budi.
Selanjutnya rombongan melaksanakan salat asar berjamaah bersama pengurus dan santri pondok pesantren. Setelah itu, rombongan melakukan ziarah ke makam pendiri Ponpes Azzainiyyah, KH Zezen Zaenal Abidin Bazul Asyhab.
“Agenda kegiatan dilanjutkan dengan peresmian salah satu gedung di lingkungan pesantren, kemudian silaturahmi bersama pengurus dan para santri,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran DPP Partai Golkar juga menyerahkan bingkisan kepada para santri sebagai bentuk kepedulian. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang juga merupakan Menteri ESDM itu mengatakan bahwa Ponpes Azzainiyyah dibangun dengan melalui berbagai perjuangan demi semata menegakkan syariat Islam.
“Pengorbanan yang dilakukan itu dalam rangka menegakkan syariat Islam, memberikan kesadaran yang belum sadar, mendekatkan yang belum dekat, yang jauh harus didekatkan, dan sampai dibakar itu karena terjadi pertarungan ideologi politik waktu itu,” katanya.
Menurutnya, hal itu sama dengan perjuangan Golkar yang lahir dalam rangka mempertahankan ideologi Pancasila dari serangan dan keinginan salah satu kelompok masyarakat tertentu waktu itu, yaitu komunis.
“Jadi, pesantren ini tidaklah heran kemudian kalau kita katakan bahwa inilah pesantren perjuangan penegakan Pancasila di Bumi Pertiwi Indonesia,” ucapnya.
Redaktur: Ujang Herlan












