Ibu Kandung Buka Luka Lama, Kematian Anak di Sukabumi Seret Dugaan KDRT dan Penelantaran

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kasus kematian NS (12), pelajar SMP asal Surade, Kabupaten Sukabumi, terus bergulir. Setelah dugaan penganiayaan oleh ibu tiri mencuat, kini ibu kandung korban, Lisnawati, resmi melaporkan mantan suaminya, AS ke Polres Sukabumi atas dugaan pembiaran dan penelantaran anak.

Laporan bernomor STPLB/106/II/2026/SPKT itu dilayangkan berdasarkan temuan bukti percakapan singkat yang memperlihatkan sikap AS dinilai dingin dan tidak responsif saat mengetahui kondisi NS tengah kritis, dua hari sebelum meninggal dunia pada Februari 2026.

Kuasa hukum Lisnawati, Krisna Murti, mengungkapkan bahwa komunikasi keluarga saat itu membahas kondisi korban yang terus memburuk. Namun respons AS dianggap jauh dari wajar bagi seorang ayah.

“Ketika diminta dibawa ke rumah sakit, jawabannya belum ada waktu, masih sibuk. Bahkan sempat mengatakan, kalaupun meninggal ikhlaskan saja,” tegas Krisna, Selasa (24/2/2026).

Kecurigaan keluarga semakin menguat saat melihat kondisi jenazah NS. Selain luka lebam, ditemukan pula bekas luka bakar dan kulit melepuh di sejumlah bagian tubuh korban.

“Pasal yang kami laporkan Pasal 76B juncto Pasal 77B terkait pembiaran. Korban baru dibawa ke rumah sakit keesokan harinya, padahal luka-luka itu terlihat jelas,” tambah Krisna.

Senada, anggota tim kuasa hukum lainnya, Mira Widyawati, menambahkan bahwa dalam pesan tertanggal 17 Februari, AS bahkan telah menyinggung lokasi pemakaman.

“Dia bilang, ya biarkan saja. Kalau meninggal, dimakamkan di pemakaman keluarga dekat pihak bapaknya,” ujar Mira.

Lisnawati mengaku baru bisa mengambil langkah hukum sekarang setelah bertahun-tahun tak diizinkan bertemu anaknya. Ia juga mengungkap trauma mendalam akibat kekerasan dalam rumah tangga yang dialaminya selama menikah dengan AS.

“Rambut saya pernah dipotong pakai golok. Saat saya hamil pun pernah diancam. Itu yang membuat saya sulit menjangkau anak saya,” ungkapnya.

Sebelum almarhum meninggal, NS diketahui sehari-hari tinggal di pesantren. Saat kejadian, ia tengah libur untuk persiapan berpuasa bersama keluarga. Ayah korban yang bekerja di Kota Sukabumi mendapat telepon dari istrinya agar segera pulang karena NS sakit.

Setibanya di rumah, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Jampang Kulon. Namun nyawa NS tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit tersebut.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Kuasa Hukum Teni Ridha Shi Ajukan Eksepsi, Minta Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas
Kejari Sukabumi Musnahkan Barang Bukti, Kasus Obat Terlarang Paling Menonjol
Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda
Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar
Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Modus Bakso Isi Sabu Terbongkar, Lapas Sukabumi Perketat Pengawasan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:33 WIB

Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:50 WIB

Kuasa Hukum Teni Ridha Shi Ajukan Eksepsi, Minta Surat Dakwaan Batal Demi Hukum

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:41 WIB

Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:27 WIB

Kejari Sukabumi Musnahkan Barang Bukti, Kasus Obat Terlarang Paling Menonjol

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:52 WIB

Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda

Berita Terbaru