Jerit Penumpang Angkot Warungkiara, Saat Rem Blong di Turunan Baeud

Senin, 26 Januari 2026 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Jerit penumpang terdengar saat angkot trayek Cibadak–Warungkiara mendadak hilang kendali akibat rem blong, di turunan Baeud, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Senin (26/1/2026) sekitar pukul 10.45 WIB.

Angkot jenis Daihatsu minibus bernomor polisi F 1942 QU yang dikemudikan Samsudin (39) melaju dari arah Sukabumi menuju Palabuhanratu. Saat memasuki turunan terjal dan berkelok, kendaraan diduga tak mampu dikendalikan. Angkot meluncur tanpa kendali hingga menabrak pagar pembatas jalan dan terguling ke sisi kiri jalan.

Jeritan penumpang sempat terdengar sesaat sebelum kendaraan terguling. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kapolsek Warungkiara, AKP Panji Setiaji, membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian itu merupakan kecelakaan lalu lintas tunggal yang disebabkan oleh gangguan pada sistem pengereman kendaraan.

“Diduga kuat kendaraan mengalami rem blong saat melintasi jalan turunan terjal. Angkot menabrak pagar pembatas dan terguling. Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materiil,” jelas AKP Panji.

Sementara itu, Salah seorang warga sekitar, Eli Nurhadi, mengatakan kecelakaan tersebut sempat membuat warga panik karena lokasi dikenal rawan kecelakaan.

“Angkot itu tiba-tiba nggak terkendali. Untung nggak ada korban jiwa. Jalan Baeud ini memang rawan, apalagi kalau kendaraan nggak layak,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait lebih ketat mengawasi kelayakan angkutan umum, khususnya yang melintasi jalur rawan kecelakaan, agar kejadian serupa tidak terulang.

“Ada 3 penumpang di dalamnya, supir ada sedikit luka dan sudah di bawa ke puskesmas cigombong Warungkiara,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru