Akses Jembatan Putus, Warga Bantargadung Rela Menantang Maut Lintasi Derasnya Sungai

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Putusnya jembatan penghubung antar kampung di Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga.

Di tengah derasnya aliran sungai dan cuaca yang kerap tak bersahabat, masyarakat terpaksa menantang maut demi tetap beraktivitas dan menyambung hidup.

Kepala Desa Bantargadung, Uus Amrulah, mengungkapkan kondisi memprihatinkan tersebut. Menurutnya, jembatan gantung penghubung Kampung Cimanggala dan Kampung Cibening telah mangkrak dan tidak bisa dilalui selama kurang lebih empat bulan terakhir.

“Jembatan gantung ini sudah sekitar empat bulan rusak dan belum juga direalisasikan perbaikannya oleh pihak Perkim Kabupaten. Padahal ini akses utama warga. Saat hujan seperti sekarang, warga hanya bisa diam di rumah, tidak bisa beraktivitas karena akses benar-benar terputus,” ujar Uus, Rabu (14/1/2026).

Tak hanya aktivitas ekonomi yang lumpuh, dunia pendidikan pun ikut terdampak. Uus menyebut, sekitar 25 anak sekolah dari Kampung Cibening terancam putus sekolah karena tidak bisa menyeberang menuju Kampung Cimanggala.

“Anak-anak sekolah dari Cibening ke Cimanggala itu sekitar 25 orang. Kalau musim hujan begini, mereka sering tidak sekolah karena akses jalannya tidak bisa dilalui. Bahkan ada kekhawatiran mereka akan putus sekolah,” ungkapnya.

Jembatan gantung dengan panjang sekitar 35 meter itu merupakan satu-satunya jalur vital penghubung dua kampung. Tanpa jembatan, warga terpaksa menyeberangi sungai secara manual dengan risiko tinggi, terutama saat debit air meningkat.

Ironisnya, kerusakan tak berhenti di satu titik. Uus Amrulah juga menyebut, jembatan penghubung Kampung Cibening ke Kampung Pasapen turut rusak parah dan hanyut terbawa arus sungai sekitar satu bulan lalu.

“Jembatan ke arah Pasapen itu juga sama, total kebawa arus air. Sudah satu bulan sampai sekarang belum juga ditinjau oleh pihak Kabupaten,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, aktivitas pertanian warga ikut lumpuh. Banyak petani padi tidak bisa menuju sawah karena tidak ada jalur alternatif lain yang bisa dilalui.

“Warga yang biasanya bertani sekarang tidak bisa ke sawah karena jalannya terputus. Ini benar-benar menyulitkan dan sangat berdampak pada kehidupan masyarakat,” tambah Uus.

Sebagai Kepala Desa, Uus Amrulah berharap Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera turun tangan meninjau langsung kondisi di lapangan dan mempercepat realisasi pembangunan jembatan.

“Saya sangat berharap dinas Perkim dan pihak Kabupaten segera meninjau dan membangun kembali jembatan-jembatan ini. Ini bukan sekadar infrastruktur, tapi menyangkut keselamatan, pendidikan, dan mata pencaharian warga,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Tragis! Laka di Parungkuda Akibatkan Sopir Truk Terjepit 
Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sukabumi Semprot Langsung Area Puskesmas Palabuhanratu
Ruas Loji-Geopark Tertutup Banjir dan Tiang Roboh, Akses Lalu Lintas Terganggu
Debit Sungai Melonjak Jelang Petang, Petugas Sisir Titik Rawan Banjir
Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam
DLH Sukabumi Beberkan Fakta Lingkungan, Dua Kecamatan Mulai Krisis Air
Nelayan Sukabumi Tercekik BBM, Dinas Perikanan Soroti Solar Subsidi yang Menyusut
BBM Industri Langka, Nelayan Palabuhanratu Sukabumi Menjerit

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 01:27 WIB

Tragis! Laka di Parungkuda Akibatkan Sopir Truk Terjepit 

Senin, 25 Mei 2026 - 10:53 WIB

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sukabumi Semprot Langsung Area Puskesmas Palabuhanratu

Senin, 25 Mei 2026 - 00:01 WIB

Ruas Loji-Geopark Tertutup Banjir dan Tiang Roboh, Akses Lalu Lintas Terganggu

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:07 WIB

Debit Sungai Melonjak Jelang Petang, Petugas Sisir Titik Rawan Banjir

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:05 WIB

Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam

Berita Terbaru