BPBD Catat 280 Bencana di Kota Sukabumi Selama 2025, 1 Meninggal 3 Luka

Rabu, 7 Januari 2026 - 23:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat sebanyak 280 kejadian bencana melanda “Kota Mochi” sepanjang tahun 2025.

Di antaranya dilaporkan 1 orang meninggal dunia pascabencana cuaca ekstrem saat kerja bakti, dan 3 orang lainnya luka-luka.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengungkapkan, bencana yang melanda didominasi cuaca ekstrem sebanyak 189 kali, disusul banjir 57 kali, lalu tanah longsor 28 kali, kemudian kebakaran permukiman 13 kali, dan yang terendah angin kencang 3 kali.

“Penduduk yang terdampak bencana mencapai 268 kepala keluarga atau sebanyak 755 jiwa,” ungkap Yoseph saat dikonfirmasi jurnalsukabumi.com pada Rabu (7/1/2025).

Baca juga :

https://jurnalsukabumi.com/2025/12/30/hujan-deras-rumah-di-nanggeleng-dan-dayeuhluhur-rusak-terdampak-longsor-serta-banjir/

Dampak bencana juga menimbulkan korban jiwa dan luka. Satu orang meninggal dunia pascabencana cuaca ekstrem di wilayah Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh pada 16 Desember 2025.

“Almarhum meninggal dunia saat kerja bakti di rumahnya yang rusak, informasi dari keluarga, almarhum juga kondisinya sakit,” ujar dia.

Sedangkan tiga orang mengalami luka-luka, di tiga lokasi berbeda. Satu orang mengalami luka ringan terdampak kebakaran permukiman di Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh pada Senin 28 Juli 2025.

Dua orang lainnya mengalami luka ringan terdampak cuaca ekstrem, di wilayah Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang pada Minggu 21 Desember 2025.

Yoseph menuturkan untuk kerusakan bangunan terdampak bencana, yaitu rumah sebanyak 370 unit, meliputi rusak berat 12 unit, rusak sedang 44 unit dan rusak ringan 314 unit.

Akibat bencana tersebut ditaksir nilai kerugian mencapai Rp2.649.650.000 dengan luas area 4.602 Hektar.

Bencana tersebar di tujuh kecamatan, terbanyak Warudoyong terjadi 50 kali, Cikole 49 kali, Baros 47 kali, Lembursitu 37 kali, Gunung Puyuh 36 kali, Citamiang 36 kali, dan Cibeureum 35 kali.

Yoseph mengimbau seluruh warga Kota Sukabumi agar tetap waspada karena musim hujan belum berakhir dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Terutama tindakan membuang sampah jangan sembarangan karena dapat menyebabkan banjir limpasan.

“Mari kita jaga lingkungan dan alam, karena alam jaga kita. Untuk buang sampah ke tempatnya jangan ke sungai, irigasi atau selokan karena itu penyebab utama banjir limpasan di Kota Sukabumi bila terjadi curah hujan yang tinggi,” imbau Yoseph.

Reporter: Budiyanto | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 
Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda
Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total
Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
Pesisir Sukabumi Bersuara, HNSI Minta Aturan Benur Tak Lagi Membingungkan Nelayan
Nahas! Pemuda Asal Cikidang Tewas Tenggelam di Curug Tiga Kabandungan
Warga Geruduk Pengembang Perumahan di Nagrak, Tuntut Janji yang Tak Kunjung Ditepati
Hari Ketiga Pencarian Tobi Efendi, Tim Gabungan Perluas Penyisiran hingga 9 Nautical Mil

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:19 WIB

Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:19 WIB

Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:11 WIB

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:25 WIB

Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:19 WIB

Pesisir Sukabumi Bersuara, HNSI Minta Aturan Benur Tak Lagi Membingungkan Nelayan

Berita Terbaru

PERISTIWA

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:11 WIB