Sekitar 500 KK Terdampak Gerusan Sungai Cidadap, Wabup Terjun di Lokasi Pengungsi

Kamis, 18 Desember 2025 - 19:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Gerusan Sungai Cidadap akibat cuaca ekstrem berdampak besar bagi warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Sekitar 500 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak, memaksa warga mengungsi demi keselamatan.

Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Sukabumi Andreas turun langsung ke lokasi pengungsian untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Didampingi Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, Wabup Andreas meninjau lokasi pengungsian yang dipusatkan di SD Kawungluwuk.

Wabup Andreas menjelaskan bahwa pendataan jumlah warga terdampak masih terus dihimpun dan berpotensi bertambah.

“Data masih dikompilasi. Informasi sementara sekitar 500 KK, namun kami belum bisa menyampaikan angka final karena masih berjalan,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan proses relokasi darurat telah selesai dan seluruh pengungsi tertangani dengan baik. Mulai dari logistik, layanan kesehatan, hingga kebutuhan tempat istirahat, semuanya telah dipastikan tersedia.

“Hari ini saya ingin memastikan bahwa relokasi berjalan lancar dan penanganan di pengungsian sudah tertata. Alhamdulillah semuanya tertangani,” kata Andreas.

Pengungsian difokuskan pada satu titik, yakni di SD Kawungluwuk, yang menampung warga dari dua kampung terdampak, yakni Kampung Kawungluwuk dan Kampung Babakan Cisarua. Sementara itu, kondisi warga yang sebelumnya sempat terisolasi dipastikan sudah aman.

“Tadi saya berkoordinasi dengan tim dari Polres, semuanya dalam kondisi sehat. Ada satu warga yang mengalami trauma ringan, namun sudah tertangani,” jelasnya.

Menanggapi harapan warga terkait relokasi permanen bagi rumah-rumah yang terdampak gerusan sungai, Wabup Andreas menyampaikan bahwa seluruh aspirasi telah dicatat. Namun, keputusan lebih lanjut akan dibahas bersama Bupati Sukabumi setelah masa tanggap darurat berakhir.

“Saat ini fokus kita adalah penanganan dan pemenuhan kebutuhan mendesak. Pasca bencana, baru kita rumuskan langkah selanjutnya,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pemerintah daerah sebenarnya telah mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem sejak jauh hari melalui camat dan kepala desa. Meski bencana tak dapat diprediksi waktu pastinya, Andreas memastikan kesiapsiagaan pemerintah dan lintas sektor tetap terjaga.

Sebagai langkah terdekat, pemerintah akan segera melengkapi kebutuhan tambahan di pengungsian, termasuk penyediaan genset ke lokasi pada keesokan harinya. Aktivitas belajar mengajar pun dipastikan tidak terganggu, mengingat masa libur sekolah hingga Januari.

“Yang terpenting hari ini, seluruh kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi dan mereka merasa aman. Mudah-mudahan kondisi segera pulih dan warga bisa kembali beraktivitas,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Colt Mini Hangus Terbakar di Parungkuda, Temuan Jeriken Jadi Perhatian Petugas
Nah Lho! Satpol PP Sidak Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan dan Temukan Pelanggaran Ini
Soal PT Cosmo Cikembar, Warga: Kami Tak Ingin Cuma Jadi Penonton!
Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas
Deretan Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan Kembali Disorot, Pengawasan Satpol PP?
Bodi Truk Menjepit Kaki Sopir, Combi Tool hingga alat penarik Dikerahkan untuk Evakuasi Korban
Truk Box Bermuatan Pupuk Terguling di Palabuhanratu, Sopir Terjepit
Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 11:54 WIB

Colt Mini Hangus Terbakar di Parungkuda, Temuan Jeriken Jadi Perhatian Petugas

Rabu, 4 November 2026 - 11:19 WIB

Nah Lho! Satpol PP Sidak Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan dan Temukan Pelanggaran Ini

Senin, 2 November 2026 - 16:09 WIB

Soal PT Cosmo Cikembar, Warga: Kami Tak Ingin Cuma Jadi Penonton!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Deretan Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan Kembali Disorot, Pengawasan Satpol PP?

Berita Terbaru