Rumah Makan Padang Ludes Terbakar di Cibadak, 11 Tabung Gas Pemicu Api Cepat Membesar

Sabtu, 15 November 2025 - 20:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Suasana sore di kawasan Karanghilir, Kecamatan Cibadak, mendadak mencekam setelah sebuah rumah makan Padang terbakar hebat pada Sabtu (15/11/2025) sekitar pukul 17.20 WIB.

Api yang diduga berasal dari kebocoran tabung gas di dapur langsung menyambar seluruh ruangan hingga menghanguskan bangunan nyaris 100 persen.

Kebakaran terjadi di rumah makan milik Wisril (48). Saat itu usaha kuliner tersebut sedang buka dan melayani pembeli, membuat peristiwa ini sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar.

Wakil Komandan Posko V Damkar Cibadak, Heri Hermawan menjelaskan pihaknya menerima laporan pada pukul 17.27 WIB dan bergerak cepat menuju lokasi.

“Kami tiba sekitar lima menit setelah laporan. Setibanya di sana api sudah besar dan langsung kami lakukan penyemprotan,” kata Heri.

Sebanyak 15 personel dari Posko Cibadak, Posko Cisaat, dan tim rescue diterjunkan. Kendati cepat tiba, api terlanjur membesar karena di dalam dapur terdapat 11 tabung gas yang semuanya masih berisi.

“Kebocoran tabung gas langsung menyambar. Karena tabungnya banyak, api menjalar sangat cepat,” ungkapnya.

Saat petugas tiba, sebagian atap bangunan sudah ambruk. Struktur bangunan yang sudah tua membuat api mudah menghabiskan seluruh ruangan.

“Yang terbakar dari etalase sampai ke belakang, terutama dapurnya. Bangunan hampir 100 persen hangus,” jelas Heri.

Barang-barang penting milik pemilik rumah makan seperti surat-surat berharga, surat kendaraan, laptop, dan ponsel juga ludes terbakar.

Empat rumah warga yang berdempetan dengan rumah makan ini nyaris ikut terbakar. Namun, upaya pendinginan cepat di bagian kiri, kanan, dan belakang berhasil mencegah api merembet lebih jauh.

Petugas sempat terhambat kemacetan akses jalan, namun warga segera membuka jalur sehingga mobil damkar dapat melintas. Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar 1,5 jam.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini.

“Alhamdulillah, meski kondisi sedang ramai pembeli, tidak ada korban,” kata Heri.

Sementara itu, total kerugian ditafsir mencapai Rp500 juta, mengingat bangunan rumah makan berukuran 10 x 20 meter tersebut ludes beserta isinya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Berita Terbaru