JURNALSUKABUMI.COM – Menyikapi bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (27/10/2025), Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, KH. Ujang Hamdun atau yang akrab disapa Gus Uha, menyerukan agar umat Islam memandang peristiwa tersebut sebagai ujian sekaligus pengingat untuk memperbaiki diri.
Dalam keterangannya, Gus Uha menegaskan bahwa Al-Qur’an telah memberikan banyak petunjuk tentang makna bencana, di antaranya dalam Surat An-Nisa ayat 79, yang berbunyi:
“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.”
Menurutnya, ayat tersebut menjadi pesan agar manusia tidak hanya melihat bencana secara fisik, tetapi juga secara spiritual — sebagai peringatan agar lebih bijak menjaga alam dan memperbaiki perilaku hidup.
“Bencana bisa menjadi cermin bagi kita. Kadang bukan hanya karena hujan atau alam, tapi karena ulah manusia yang lalai menjaga keseimbangan lingkungan,” ujar Gus Uha.
Ia menambahkan, cobaan seperti bencana alam sudah dijelaskan pula dalam Surat Al-Baqarah ayat 155–157, bahwa setiap musibah adalah bagian dari ujian keimanan:
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.”
Gus Uha menegaskan, kalimat Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun bukan sekadar ucapan saat berduka, tetapi bentuk kesadaran dan ketundukan bahwa semua yang ada adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.
“Dari pemahaman itu, lahir ketenangan batin, kekuatan menghadapi ujian, dan semangat untuk bangkit,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat Sukabumi untuk meningkatkan kepedulian sosial, membantu para korban, serta memperkuat keimanan di tengah musibah yang terjadi.
“Bencana tidak hanya menguji fisik dan harta, tetapi juga akhlak dan solidaritas kita. Saatnya kita saling menolong, berdoa, dan menjaga alam agar keberkahan Allah kembali hadir di bumi Sukabumi,” pungkasnya.
Redaktur: Ujang Herlan












