Tagih Janji, Warga Ciambar Ancam Demo Tuntut Jalan Pengganti

Rabu, 1 Oktober 2025 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ratusan warga Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, menggelar aksi protes di kantor desa pada Senin (29/09/2025) kemarin.

Mereka menuntut kejelasan dan eksekusi segera pembangunan jalan pengganti yang terputus total akibat Proyek Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) Seksi 3.

Ketegangan ini memuncak karena masalah akses warga yang vital telah berlarut-larut sejak musyawarah pertama pada Januari 2024, namun hingga sembilan bulan kemudian tidak ada realisasi konkret.

Warga merasa hanya diberi janji tanpa kepastian oleh pihak terkait, termasuk perwakilan PT KDA dan PT Waskita, sehingga memicu hilangnya kepercayaan publik.

Rudi Kurniawan (43), perwakilan warga Kampung Tegal Lega, menyatakan terputusnya akses yang menghubungkan Kampung Tegal Lega, Sekarsari, dan Cibuluh ini telah mengganggu lebih dari 100 jiwa.

“Ini masalah sudah terlalu lama. Sejak Januari lalu sudah ada musyawarah, tapi tidak ada realisasi. Warga hanya diberi janji-janji tanpa kepastian,” kata Rudi pada Rabu (01/10/2025).

Warga juga menyoroti bahaya keselamatan yang mereka hadapi setiap hari. Jalan yang tersisa sangat sempit, hanya sekitar tiga meter, dan harus berbagi dengan lalu lintas alat berat proyek.

Bahkan, sudah terjadi insiden material proyek nyaris menimpa pengguna jalan.

“Pernah ada warga yang nyaris tertimpa besi saat melintas dengan motor. Itu bukti bahwa aktivitas proyek benar-benar mengancam keselamatan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa situasi ini bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi menyangkut kehidupan sehari-hari dan keselamatan masyarakat.

Dalam audiensi yang berlangsung alot, warga memutuskan bertahan di balai desa hingga ada kepastian tertulis.

Pihak desa dan kecamatan diapresiasi atas ketegasannya, namun Rudi menilai perwakilan yang diutus kontraktor tidak memberikan kepastian.

Warga kini memberikan ultimatum keras. Jika tidak ada penandatanganan kesepakatan eksekusi jalan pengganti, masyarakat siap turun ke lapangan untuk berdemo.

“Kami sudah terlalu lama menunggu. Kalau besok tidak ada eksekusi jalan pengganti, masyarakat siap turun ke lapangan melakukan aksi demo,” tandasnya.

Warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan tol, tetapi mendesak agar hak dan keselamatan mereka diprioritaskan.

“Kami sudah menunggu terlalu lama, masalah jalan pengganti ini menunjukkan kurangnya komitmen dan kepedulian dari pihak perusahaan,” tandasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan belum ada penjelasan resmi pihak PT KDA dan PT Waskita.

 

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 
Jelang Akhir Libur Panjang, Arus Kendaraan Exit Tol Parungkuda-Sukabumi Padat Merayap
Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas
Palabuhanratu Identik Kota Ikan, Kini Nelayan Justru Makin Sulit Mendapat Tangkapan
Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara
Pantai Karang Pamulang Dinilai Kian Kumuh, Wisatawan Asing Batalkan Pesanan Hotel 
Gerakan Wakaf 1 Juta Al-Qur’an Jadi Ikhtiar Perluas Syiar Islam di Sukabumi
Terminal Tipe B Palabuhanratu Jadi Potret Buram Infrastruktur Penyangga Wisata Sukabumi

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:13 WIB

Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:02 WIB

Jelang Akhir Libur Panjang, Arus Kendaraan Exit Tol Parungkuda-Sukabumi Padat Merayap

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:41 WIB

Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:50 WIB

Palabuhanratu Identik Kota Ikan, Kini Nelayan Justru Makin Sulit Mendapat Tangkapan

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:19 WIB

Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara

Berita Terbaru