Pabrik Veneer di Cikembar Terbakar, Kerugian Capai Rp 60 Juta

Selasa, 26 Agustus 2025 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kebakaran hebat melanda pabrik pengolahan kayu veneer milik PT Bahtera Dingga Jaya (BDJ) di ruas Jalan Raya Panggeleseran–Babakan, tepatnya di Kampung Babakan, RT 05/RW 02, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Selasa (26/08/2025) sore.

Danpos Damkar Cikembar, Yadi Suryadi menjelaskan, bahwa api mulai terlihat sekitar pukul 15.00 WIB.

Titik pertama berasal dari limbah triplek yang menumpuk di area pabrik yang bergerak dalam bidang pengolahan dan pembuatan kayu triplek atau plywood.

“Belum bisa dipastikan, apakah api berasal dari pembakaran limbah atau puntung rokok. Yang jelas, awalnya menyala dari tumpukan limbah,” kata Yadi, Selasa (26/08/2025).

Api dengan cepat menjalar ke bangunan produksi dan gudang veneer berukuran 30 x 5 meter.

Material kayu dan serbuk gergaji yang menumpuk membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan.

Empat unit armada dikerahkan dari Pos Damkar Cikembar, Cisaat, dan Cibadak serta armada Damkar dari PT GSI Cikembar. Butuh waktu lebih dari dua jam untuk melokalisasi api.

“Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, pemilik pabrik diperkirakan menanggung kerugian hingga Rp60 juta. Sejumlah mesin produksi dan persediaan bahan baku hangus dilalap si jago merah,” jelasnya.

Selain kerugian materi, kebakaran ini menimbulkan kekhawatiran baru. Pasalnya, PT BDJ bukan satu-satunya pabrik veneer di kawasan Cikembar.

Kecamatan ini dikenal sebagai sentra industri kayu olahan yang melibatkan banyak tenaga kerja lokal. Jika aspek keselamatan diabaikan, potensi kebakaran di pabrik-pabrik lain pun terbuka lebar.

Menurut Yadi, kebakaran semakin membesar karena laporan dari karyawan datang terlambat.

“Api sudah terlihat, tapi dibiarkan. Harusnya segera bertindak atau melapor ke Damkar. Tapi mereka baru melapor saat api sudah besar,” tegasnya.

Di sisi lain, alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di pabrik tidak mampu mengatasi kondisi darurat. “APAR yang ada sudah dipakai semua, tapi tidak mencukupi,” tambahnya.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa perusahaan kurang serius dalam menyiapkan sistem pencegahan kebakaran. Padahal, dalam industri berbasis kayu, standar keselamatan kerja seharusnya lebih ketat.

Kejadian ini menjadi alarm keras bagi pengusaha veneer di wilayah Kecamatan Cikembar. Limbah kayu yang mudah terbakar, ditambah dengan aktivitas pekerja yang berpotensi menimbulkan percikan api, membuat pabrik jenis ini berada dalam kategori rawan kebakaran.

“Seluruh pabrik di wilayah ini harus meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai kejadian ini terulang karena kelalaian,” tutupnya.

 

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Terbaru! Dugaan Keracunan MBG di Sukabumi, Tiga Santri Masih Dirawat
Ombak Cimaja Pikat Peselancar Internasional, Wabup Bidik Efek Domino Pariwisata
Diduga Bakar Sampah, Api Membesar di Belakang Pabrik Saos Cibadak
MBG, Kopdes hingga Swasembada Jadi Sorotan, Sukabumi Sambut Pesan Prabowo
Polisi Ungkap Rantai Obat Terlarang Mulai Sasar Remaja hingga Pelajar di Sukabumi
Kasepuhan Ciptamulya Temui Sufmi Dasco, 9 Hektare Diproyeksikan Calon Kampung Adat Baru
15 Warga Sukabumi Tertahan di Kalimantan, Kolaborasi DPRD, Kapolres dan Bagong Mogok Buka Jalan Pulang
Konferprov PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Lawan Hoaks di Era Digital

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Terbaru! Dugaan Keracunan MBG di Sukabumi, Tiga Santri Masih Dirawat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:33 WIB

Ombak Cimaja Pikat Peselancar Internasional, Wabup Bidik Efek Domino Pariwisata

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Diduga Bakar Sampah, Api Membesar di Belakang Pabrik Saos Cibadak

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:03 WIB

MBG, Kopdes hingga Swasembada Jadi Sorotan, Sukabumi Sambut Pesan Prabowo

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Polisi Ungkap Rantai Obat Terlarang Mulai Sasar Remaja hingga Pelajar di Sukabumi

Berita Terbaru