Bikin Pusing Penyidik, D Akhirnya Ditangkap di Bandung

Rabu, 23 Juli 2025 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Setelah ‘kabur-kaburan’ selama satu bulan, D akhirnya dijemput paksa oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Rabu (23/7). D langsung dibawa ke Lapas Kelas II Warungkiara untuk ditahan sementara selama 20 hari ke depan, seraya nunggu jadwal persidangan digelar.

Informasi yang dihimpun, D merupakan rekanan atau pihak ketiga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam kegiatan pemeliharaan kendaraan angkutan sampah. Ia ditetapkan tersangka bersamaan dengan dua tersangka pegawai DLH sebelumnya, TS dan HR. Namun karena selalu mangkir setiap dipanggil, D baru bisa ditahan sekarang.

“Penetapan tersangka D ini bersamaan dengan dua tersangka sebelumnya. Namun karena D ini selalu mangkir setiap dipanggil, makanya baru sekarang bisa dilakukan penahanan,” ujar Kasipidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Agus Yuliana kepada jurnalsukabumi.com.

Agus mengaku, ia sebelumnya merasa kesulitan mencari keberadaan tersangka. Namun berkat koordinasi yang baik dengan semua pihak, D akhirnya bisa ditemukan dan langsung dijemput paksa di luar wilayah Kabupaten Sukabumi pada Rabu dini hari.

“Kami jemput saat tersangka ada di wilayah Bandung dini hari tadi. Memang kabur-kaburan terus tersangka ini,” akunya.

Dalam kasus ini, lanjut Agus, D tidak menjalankan kewajibannya dengan baik selaku vendor meskipun sudah mengikatkan diri dalam dokumen kontrak pekerjaan dengan DLH. Meskipun faktanya demikian, namun D ini masih menerima pembayaran yang besarannya sesuai dengan kontrak.

“Inil adalah salah satu sebab D ini kami jadikan tersangka. Mereka bersama-sama telah melakukan Tindak Pidana Korupsi dengan kerugian negara lebih dari Rp800 juta. Kami sangkakan dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman minimal hukuman empat tahun penjara,” pungkasnya.

Reporter: Ifan | Redaktur: Rendi Rustandi

Berita Terkait

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron
Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan
Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa
Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon
BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi
Bupati Sukabumi Asep Japar Lepas Jemaah Haji Kloter 13, Titip Doa untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi
KM 72 Ambrol, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Berhenti Total Arah Ibu Kota
Momentum Persaja Kabupaten Sukabumi: Tegakkan Keadilan dan Perkuat Solidaritas Adhyaksa

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:49 WIB

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:38 WIB

Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:39 WIB

Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi

Berita Terbaru

OPINI

Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:57 WIB