Diskan Sukabumi Gercep Respon Keluhan Nelayan Soal Anjloknya Harga Benur

Jumat, 13 Juni 2025 - 13:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi merespon keluhan nelayan di wilayah Minajaya, yang berada di Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, terkait merosotnya harga jual Benih Bening Lobster (BBL) atau yang dikenal benur.

Keluhan ini disampaikan langsung para nelayan saat menerima kunjungan Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu.

Kunjungan itu dilakukan setelah rombongan Dinas menghadiri sosialisasi perizinan tambak udang oleh PT Berkah Semesta Maritim (BSM) di Desa Buniwangi, yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perikanan bersama sejumlah pejabat bidang teknis.

Nelayan keluhkan kondisi penjualan BBL yang dihargai Rp 800 per ekor dinilai sangat tidak layak dan memberatkan para nelayan kecil yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan tersebut.

“Permintaan untuk menemui kami datang dari HNSI Minajaya. Saat tiba, nelayan sudah menunggu dan langsung menyampaikan berbagai aspirasi, terutama soal harga BBL yang dinilai tidak berpihak kepada nelayan,” ujar Nunung Nurhayati, kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, dalam keterangannya, Jumat (13/06/2025).

Dalam pertemuan tersebut, kata Nunung nelayan mendesak adanya perhatian serius dari pemerintah daerah. Mereka berharap sistem mata rantai pemasaran BBL dapat dibenahi, agar nelayan tidak terus dirugikan oleh tengkulak atau perantara.

Para nelayan juga mengusulkan dibentuknya koperasi atau badan usaha milik nelayan untuk memperkuat posisi tawar di pasar.

“Harapan mereka, harga BBL di tingkat nelayan bisa adil, tidak dipermainkan tengkulak, nelayan juga meminta agar ada pembinaan dan fasilitas pemasaran langsung ke pembeli besar,” terang dia.

Tidak hanya itu, lanjut Nunung, para nelayan juga meminta peninjauan kembali terhadap kuota tangkapan BBL yang saat ini dinilai tidak sebanding dengan potensi dan kebutuhan ekonomi masyarakat. Para nelayan berharap kuota bisa ditambah secara proporsional agar pendapatan mereka meningkat.

“Terkait rencana pembangunan tambak udang oleh PT BSM, nelayan menyatakan dukungan bersyarat. Mereka menginginkan adanya pembangunan dermaga di Minajaya dan tempat labuh perahu di wilayah Cicaladi, sebagai kompensasi dan penunjang aktivitas nelayan setempat,” sambung dia.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Pemkab Sukabumi Dorong Sinergi Kejaksaan dan Pers Perkuat Pengawasan Pemerintahan
Penerangan Hukum Kejari Sukabumi Bersama Pers: Merawat Kepercayaan, Mengawal Keadilan
Bupati Sukabumi Tekankan Semangat Persatuan di Momentum Hari Kesaktian Pancasila
Catatan Debu Jalanan: Jangan Biarkan KSU Terhenti di Tengah Jalan!
Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026
PWI Sukabumi Buka Ruang Kolaborasi, Ajak IJTI Perkuat Ekosistem Pers
Nanan Apon Diganjar IJTI Award, Minisoccer Sangrawayang Jadi Wadah Potensi Anak Muda

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Pemkab Sukabumi Dorong Sinergi Kejaksaan dan Pers Perkuat Pengawasan Pemerintahan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Penerangan Hukum Kejari Sukabumi Bersama Pers: Merawat Kepercayaan, Mengawal Keadilan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Bupati Sukabumi Tekankan Semangat Persatuan di Momentum Hari Kesaktian Pancasila

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Catatan Debu Jalanan: Jangan Biarkan KSU Terhenti di Tengah Jalan!

Berita Terbaru