Diskan Bangun Ekosistem Perikanan Inklusif di Sukabumi

Jumat, 23 Mei 2025 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Di balik geliat kolam-kolam ikan yang tersebar di berbagai kecamatan, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sukabumi tengah merancang lompatan besar untuk masa depan perikanan budidaya.

Bukan sekadar soal teknologi, tetapi menciptakan ekosistem perikanan yang inklusif dan berkelanjutan, menyentuh aspek produksi, pembiayaan, hingga pemasaran.

“Kami tidak ingin teknologi hanya jadi alat, tapi juga pintu masuk untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat secara menyeluruh,” ungkap Kepala Diskan, Nunung Nurhayati saat dihubungi jurnalsukabumi.com, Jumat (23/5/2025).

Sejak ditetapkan sebagai Kampung Perikanan Budidaya (KPB) oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2021, Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan konsistensi dalam membangun kapasitas sektor perikanannya.

Tapi kini, dengan kerja sama strategis bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan mitra seperti Banoo, Bank Mandiri, dan PT Suri Tani Pemuka (STP), Sukabumi naik kelas.

Transformasi tersebut salah satunya diwujudkan dalam penerapan Microfish, alat microbubble aerator berbasis IoT yang mampu meningkatkan kadar oksigen dalam air secara efisien. Tak hanya itu, alat ini hemat listrik dan bisa dikendalikan dari ponsel solusi nyata bagi pembudidaya kecil dan menengah.

Berbeda dari pendekatan konvensional, Diskan tidak berjalan sendiri. Melalui kolaborasi lintas sektor, dukungan pembiayaan dari Bank Mandiri dan jaminan pembelian hasil panen oleh STP memberi kepastian pada pembudidaya, bahkan sebelum panen dilakukan.

“Dengan offtaker yang jelas, petani ikan bisa fokus pada kualitas tanpa cemas soal pasar. Ini pendekatan yang membuat rantai nilai jadi lebih sehat,” jelas Nunung.

Diskan juga memperkuat sisi kapasitas sumber daya manusia. Dalam kegiatan pembinaan CBIB dan CPIB yang dilaksanakan di lima kecamatan, para pembudidaya dibekali standar teknis dan manajerial agar produk mereka memenuhi syarat keamanan pangan dan bisa bersaing di pasar ekspor.

Mulai dari pemilihan indukan, pengelolaan air, hingga penggunaan obat dan pakan yang sesuai standar, semua dibahas secara praktis dan aplikatif.

“Sertifikasi itu bukan formalitas. Ini tiket untuk masuk pasar premium, baik nasional maupun luar negeri,” kata Nunung.

Dengan kombinasi antara teknologi, pelatihan, dan jaminan pasar, program-program Diskan tak hanya menyentuh aspek produksi tetapi juga menyasar pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Banyak pembudidaya yang dulunya mengandalkan cara konvensional kini mulai mengadopsi metode modern.

Program ini secara langsung memberi kontribusi pada ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan pendapatan daerah, khususnya di kawasan pedesaan.

“Kami ingin Sukabumi jadi pusat perikanan budidaya yang tak hanya modern, tapi juga inklusif dan manusiawi,” tandas Nunung.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

25 Juli Jadi Penentu, Dua Kandidat Berebut Kursi Ketua KNPI Palabuhanratu
KNPI Minta Perusahaan Bersinergi, Tekan Pengangguran dengan Mengutamakan Tenaga Kerja Lokal Sukabumi
Kejar Target Presiden, Sukabumi Ubah Cara Bertani: Dari Sawah Konvensional ke Pertanian Modern
PLARA FEST 2026 Siap Hidupkan Palabuhanratu, 20 Sanggar Seni hingga Remember of Today Tampil
Retribusi Rp7.500 per bulan, DLH Sukabumi Tegaskan Pengangkutan Sampah Harus Lewat MOU
IGD Baru RSUD Palabuhanratu Disiapkan, Layanan Darurat Sukabumi Ditarget Lebih Cepat dan Optimal
Jaga Terumbu Karang hingga Biota Laut, Indonesia Power Perkuat Komunitas PENYU
HBA 2026, Kajari Sukabumi Tegaskan Penegakan Hukum Harus Berlandaskan Integritas dan Keadilan

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 00:38 WIB

25 Juli Jadi Penentu, Dua Kandidat Berebut Kursi Ketua KNPI Palabuhanratu

Jumat, 24 Juli 2026 - 00:08 WIB

KNPI Minta Perusahaan Bersinergi, Tekan Pengangguran dengan Mengutamakan Tenaga Kerja Lokal Sukabumi

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:50 WIB

Kejar Target Presiden, Sukabumi Ubah Cara Bertani: Dari Sawah Konvensional ke Pertanian Modern

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:37 WIB

PLARA FEST 2026 Siap Hidupkan Palabuhanratu, 20 Sanggar Seni hingga Remember of Today Tampil

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:31 WIB

Retribusi Rp7.500 per bulan, DLH Sukabumi Tegaskan Pengangkutan Sampah Harus Lewat MOU

Berita Terbaru