Disbudpora: Dari Panggung Gadobangkong ke Panggung Budaya Nusantara

Selasa, 20 Mei 2025 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ketika riuh tepuk tangan menyambut atraksi debus dan tarian tradisional di Alun-alun Gadobangkong, banyak yang menikmati pertunjukan tanpa menyadari satu hal di balik panggung spektakuler Hari Nelayan Palabuhanratu ke-65.

Bukan sekadar fasilitator acara, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi adalah arsitek budaya, perancang lanskap warisan leluhur agar tetap hidup, relevan, dan menarik bagi generasi kini.

Menurut Kepala Disbudpora Yudi Mulyadi, Festival Hari Nelayan bukan hanya ajang syukuran nelayan, tetapi juga momentum rekonstruksi kebudayaan sebagai kekuatan daerah.

“Kami tidak hanya menghidupkan budaya dalam festival ini, tetapi membangun ekosistem agar budaya menjadi bagian dari napas keseharian masyarakat,” ujarnya.

Tarian Lengser, Laes, dan Debus yang tampil megah bukan hadir begitu saja. Sebagian besar penampil adalah hasil binaan langsung Disbudpora, yang selama ini rutin melakukan pelatihan seni tradisi, pemberdayaan sanggar, dan pembentukan forum generasi muda budaya.

Disbudpora menanam investasi jangka panjang melalui pendekatan komunitas. Yudi menyebut bahwa salah satu tantangan utama pelestarian budaya adalah regenerasi. Oleh karena itu, pihaknya tidak hanya mendokumentasikan tradisi, tetapi memberi ruang kreatif kepada anak muda untuk mewarisinya secara aktif.

“Kami ingin anak muda tidak hanya tahu tentang budaya leluhur dari buku sejarah, tetapi bisa membawanya ke panggung-panggung masa kini dengan bangga,” tambahnya.

Keberhasilan Sukabumi mempertahankan posisinya sebagai salah satu dari 110 event terbaik dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 dari Kemenparekraf adalah bukti konkret bahwa budaya lokal bisa naik kelas jika dikelola serius.

Disbudpora mengambil peran strategis sebagai jembatan antara warisan tradisi dan industri pariwisata kreatif. Bukan hanya sebagai penyelenggara acara, tetapi sebagai penggagas masa depan budaya daerah yang inklusif dan partisipatif.

Tak hanya menyajikan pertunjukan seni, Hari Nelayan juga dirangkai dengan kegiatan sosial seperti santunan untuk nelayan dan penghargaan pariwisata dari Kementerian. Bagi Disbudpora, ini membuktikan bahwa budaya bukan entitas terpisah dari masyarakat, tetapi denyut nadi identitas bersama.

“Kami percaya, ketika masyarakat ikut menari, menyanyi, dan menyuguhkan budaya mereka, saat itulah kebudayaan benar-benar hidup. Dan di situlah peran Disbudpora: menciptakan ruang itu,” tandas Yudi.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

HBA 2026, Kajari Sukabumi Tegaskan Penegakan Hukum Harus Berlandaskan Integritas dan Keadilan
Musda MUI Sukabumi 2026, Wabup: Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Kemaslahatan Umat
Tak Sekadar Naik Tingkat, Atlet Tarung Derajat Sukabumi Digembleng Bidik Porda Jabar
Jembatan Garuda Suci di Cikembar Diresmikan, Ini Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih! 
DLH Sukabumi Ungkap Pola Pengelolaan Sampah yang Benar, Pengangkutan Minimal Seminggu Sekali
DLH Sukabumi Bongkar Dugaan Pengelolaan Sampah Ilegal di Palabuhanratu
Kadiskominfosan: SMSI Sukabumi Raya Diharapkan Jadi Motor Penggerak Media Siber Profesional
Jelang Musda MUI 2026, Diaga Muda Indonesia Sukabumi Raya Serukan Ukhuwah Islamiyah
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:45 WIB

HBA 2026, Kajari Sukabumi Tegaskan Penegakan Hukum Harus Berlandaskan Integritas dan Keadilan

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:28 WIB

Musda MUI Sukabumi 2026, Wabup: Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Kemaslahatan Umat

Senin, 20 Juli 2026 - 15:56 WIB

Tak Sekadar Naik Tingkat, Atlet Tarung Derajat Sukabumi Digembleng Bidik Porda Jabar

Senin, 20 Juli 2026 - 15:47 WIB

Jembatan Garuda Suci di Cikembar Diresmikan, Ini Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih! 

Senin, 20 Juli 2026 - 12:05 WIB

DLH Sukabumi Ungkap Pola Pengelolaan Sampah yang Benar, Pengangkutan Minimal Seminggu Sekali

Berita Terbaru