JURNALSUKABUMI.COM – Melalui Yayasan Sukabumi Sukses Sejahtera Mandiri (SSSM), Makan Bergizi Gratis (MBG) kini hadir di wilayah Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Senin (14/4/2025).
Secara mandiri dapur MBG milik SSSM secara resmi dibuka dan dihadiri Forum Komunitas Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Parungkuda dan pemilik Yayasan SSSM Lela Sumirat.
Camat Parungkuda, Kurnia Lesmana, menyambut baik kehadiran dapur mandiri ini. Ia menyebut, dengan adanya tambahan dapur, kini terdapat dua dapur MBG yang beroperasi di wilayah Parungkuda.
“Kami atas nama Forkopimcam Parungkuda menyambut baik dan mengucapkan terima kasih. Ini berarti Parungkuda sudah memiliki dua dapur. Dari kuota dua dapur itu, maksimalnya bisa melayani kurang lebih 7.000 siswa,” kata Kurnia kepada Jurnal Sukabumi.
Kata dia, meskipun dapur ini baru diluncurkan secara mandiri, namun kegiatan tasyakuran sudah berjalan dengan baik dan mendapat antusiasme luar biasa dari para siswa.
“Hari ini tasyakurannya luar biasa. Sebanyak 800 siswa SDN Pakuhaji sudah mendapatkan makan bergizi. Tim dari Puskesmas juga sudah melakukan pengecekan terkait sarana prasarana, higienitas, alat masak, dan proses memasaknya,” tambahnya.
Program MBG ini diharapkan dapat berjalan secara reguler setelah tim dari BGN pusat datang dan melakukan verifikasi. Kurnia berharap dapur ketiga bisa segera hadir, khususnya di wilayah pinggiran seperti Palasari.
“Saya berharap dapur ketiga bisa hadir dan kedepan berjalan lancar untuk yayasan yang sudah berjalan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Parungkuda, dr. Bagus Jatiswara, menegaskan bahwa pelaksanaan MBG di SDN Pakuhaji telah memenuhi standar keamanan pangan dan gizi anak.
“Dapurnya sudah memiliki izin, administrasi lengkap, fasilitas dan penjamah makanan juga sudah diperiksa. Proses memasak steril dan distribusinya sesuai standar. Bahkan saat sampai ke sekolah, makanan dites oleh guru secara organoleptik—dicicipi, dibaui, dicek kualitasnya,” jelas dr. Bagus.
Ia menambahkan, setiap dapur MBG didampingi oleh ahli gizi yang akan memastikan makanan yang disajikan mengandung gizi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, hingga vitamin.
“Hari ini menunya nasi, ayam, dan buah. Porsinya sudah disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak. Diharapkan pihak sekolah juga memastikan sarana pendukung seperti tempat cuci tangan dan sabun tersedia, karena tidak semua siswa membawa alat makan dari rumah,” tambahnya.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup siswa, sekaligus mendukung visi Indonesia Sehat 2045. Dapur BGN Yayasan SSSM Parungkuda pun terus berkomitmen menjaga standar dan SOP dalam operasionalnya.
Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan






