JURNALSUKABUMI.COM – Alih-alih terjebak dalam fenomena perang sarung yang semakin menjurus ke aksi tawuran, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi mendorong siswa untuk mengikuti kegiatan positif selama bulan Ramadan.
Kepala Seksi Kesiswaan SMP Disdik Kabupaten Sukabumi, Devi Indra Kusumah menegaskan bahwa Ramadan seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah dan kegiatan produktif, bukan untuk aksi yang dapat memicu konflik antar anak muda.
“Kami berharap siswa bisa mengisi Ramadan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti pesantren kilat, kajian keagamaan, atau program sosial yang melatih empati dan kebersamaan,” kata Devi belum lama ini.
Sebagai langkah konkret, Disdik telah mengimbau sekolah-sekolah untuk menggelar kegiatan keagamaan yang dapat menyibukkan siswa, sehingga mereka tidak tergoda ikut dalam aksi perang sarung.
Selain itu, sekolah juga diharapkan bekerja sama dengan masjid dan lembaga keagamaan untuk memfasilitasi aktivitas Ramadan yang lebih edukatif.
“Jika anak-anak terlibat dalam kegiatan positif, mereka tidak akan punya waktu untuk ikut dalam perang sarung atau aktivitas lain yang berisiko,” tambahnya.
Dengan dorongan ini, Disdik Sukabumi berharap Ramadan 1446 H bisa menjadi momentum bagi siswa untuk semakin mendekatkan diri kepada nilai-nilai keagamaan.
“Intinya menjauh dari perilaku negatif, serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan






