Nestapa Nenek Sebatang Kara Asal Panjalu Tubuh Penuh Luka Bakar 

Selasa, 11 Februari 2025 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Seorang nenek berusia 79 tahun bernama Okoy asal Kampung Panjalu, Rt 13/03, Desa Warnasari, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi mengalami luka bakar pada sekujur tubuhnya, usai rumahnya terbakar beberapa waktu lalu.

Okoy membutuhkan uluran tangan, pasca peristiwa kebakaran di rumahnya pada Jumat (07/02/2025) lalu sekira pukul 05.00 WIB. Saat itu Okoy disebut sedang memasak di dapur rumahnya usai shalat subuh dan terjadi kebakaran.

Hal itu diungkapkan Umar Yusman selaku Kepala Desa Warnasari. Menurutnya Okoy merupakan lansia sebatang kara yang tidak memiliki saudara, suami atau anak karena Okoy yang diketahui tidak pernah menikah sepanjang hidupnya.

“Si nenek hidupnya sebatang kara, tidak punya anak karena tidak pernah menikah, sehari-hari si nenek jualan gorengan untuk disimpan di warung-warung, si nenek juga sehari hari suka ngurus masjid kampung buat bersih-bersih,” ujar Umar dikonfirmasi pada Selasa (11/02/2025).

Umar menjelaskan, saat ini kondisi Okoy masih terbaring di RSUD R Syamsudin SH (Bunut) usai mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya akibat peristiwa kebakaran yang dialaminya.

“Sekarang dirawat di Bunut, cuman kebingungan untuk biaya pengobatannya, udah diajuin BPJS PBI tapi nggak bisa langsung aktif harus nunggu satu bulan sedangkan biaya ke bunut harus dibayar,” ungkapnya.

Selaku Pihak Desa, Umar mengaku pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengurus segala kebutuhan Okoy, namun hingga saat ini belum ada perkembangan yang signifikan mengingat butuh biaya pengobatan yang lumayan besar.

“Kita juga sudah berupaya semampu kita untuk mengurus semuanya tapi tetep kan BPJS nya harus dibayar,” tuturnya.

Mengingat kondisi Okoy, Pihaknya berharap agar Okoy mendapatkan perhatian lebih dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi khususnya untuk kebutuhan biaya pengobatannya.

“Ya intinya kami berharap ada bantuan penanganan lah kepada korban, kami juga selaku Pihak Desa sudah berupaya semaksimal mungkin cuman belum ada perkembangan,” sambung dia.

 

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ahmad Fikri

Berita Terkait

Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 
Jelang Akhir Libur Panjang, Arus Kendaraan Exit Tol Parungkuda-Sukabumi Padat Merayap
Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas
Palabuhanratu Identik Kota Ikan, Kini Nelayan Justru Makin Sulit Mendapat Tangkapan
Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara
Pantai Karang Pamulang Dinilai Kian Kumuh, Wisatawan Asing Batalkan Pesanan Hotel 
Gerakan Wakaf 1 Juta Al-Qur’an Jadi Ikhtiar Perluas Syiar Islam di Sukabumi
Terminal Tipe B Palabuhanratu Jadi Potret Buram Infrastruktur Penyangga Wisata Sukabumi

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:13 WIB

Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:02 WIB

Jelang Akhir Libur Panjang, Arus Kendaraan Exit Tol Parungkuda-Sukabumi Padat Merayap

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:41 WIB

Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:50 WIB

Palabuhanratu Identik Kota Ikan, Kini Nelayan Justru Makin Sulit Mendapat Tangkapan

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:19 WIB

Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara

Berita Terbaru