Razia Travel Gelap di Sukabumi Digencarkan, 11 Kendaraan Diamankan

Jumat, 7 Februari 2025 - 21:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Guna menekan keberadaan travel gelap, petugas gabungan melakukan razia di beberapa titik strategis, termasuk di ruas Jalan A. Yani hingga Jajaway, Kecamatan Palabuhanratu.

Pantauan di lapangan hingga pukul 19.30 WIB, petugas menghentikan kendaraan pribadi yang membawa penumpang untuk memastikan apakah kendaraan tersebut merupakan travel gelap.

Pemeriksaan dilakukan di titik-titik tertentu, seperti di simpang lampu merah, guna mendata dan mengidentifikasi kendaraan yang beroperasi tanpa izin. Tak hanya kendaraan roda empat, pengendara motor yang melanggar aturan lalu lintas, seperti tidak memakai helm atau menggunakan knalpot brong, turut ditindak.

Kabid Lalu Lintas Dishub Kabupaten Sukabumi, Asep Sumantri, mengungkapkan bahwa razia ini merupakan kelanjutan dari operasi sebelumnya yang telah dilaksanakan di wilayah Bagbagan.

“Hari ini kita kembali melaksanakan operasi di depan Pemadam. Ini bagian dari upaya antisipasi terhadap kendaraan yang beroperasi sebagai travel gelap,” ujarnya, Jumat malam (7/2/2025).

Sejak operasi dimulai, total 11 kendaraan telah ditindak. “Kemarin ada empat kendaraan yang diamankan, hari ini bertambah tujuh kendaraan. Ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan bersama pihak kepolisian,” tambah Asep.

Menurut Asep, salah satu cara mendeteksi travel gelap adalah dengan melihat kondisi kendaraan, seperti jumlah penumpang yang penuh hingga bagasi yang terisi banyak barang.

“Biasanya, travel gelap ini mengangkut penumpang melebihi kapasitas normal kendaraan pribadi. Itulah yang menjadi indikasi awal bagi petugas dalam melakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Dengan semakin masifnya operasi ini, muncul isu bahwa kelompok tertentu yang terlibat dalam bisnis travel gelap berencana melakukan aksi protes. Namun, pihak Dishub dan kepolisian menegaskan akan tetap menjalankan tugas dengan pengawasan ketat di lapangan.

“Kami sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan. Operasi ini akan terus berjalan untuk menertibkan transportasi ilegal yang merugikan masyarakat dan mengancam keselamatan penumpang,” tandas Asep.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang
Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama
30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi
Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa
Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama

Berita Terbaru