Longsor Pesantren Yaspida Sukabumi: 4 Santri Meninggal, 5 Luka-luka

Kamis, 14 November 2024 - 12:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Empat santri Pondok Pesantren Darussyifa Yaspida, Sukabumi tepatnya di Jalan Raya Parungseah, Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit meninggal dunia setelah tertimpa tembok pematang kolam pada Rabu (13/11/2024) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Kasubsi PIDM Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli mengatakan, korban yang berjumlah 9 orang ini, diduga sedang bersembunyi di balik tembok kolam yang roboh karena membolos kegiatan pengajian.

Selain empat korban meninggal, lima santri lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke Rumah Sakit Setukpa Polri Kota Sukabumi.

“Saksi mata, IN, yang merupakan penjaga sapi di lokasi kejadian, mendengar teriakan minta tolong dari para santri. Ia kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan evakuasi,” ujar Ade Ruli, dalam keterangannya pada Kamis (14/11/2024).

Dia menerangkan, kolam tersebut dalam keadaan kering. Para santri diduga bersembunyi di antara dinding yang roboh.

“Anak santri tersebut sembunyi diantara dinding yang roboh karena diduga tidak ikut kegiatan pengajian rutin (membolos) dan selanjutnya pihak ponpes melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kadudampit sekitar pukul 24.00 wib, sementara para korban dibawa ke Rumah Sakit Setukpa Polri,” ungkapnya.

Kalak BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena mengungkapkan, pihak pondok baru melaporkan kejadian tersebut sekira pukul 00.30 WIB. Insiden ini diduga akibat adanya longsor susulan.

“Yang pertama tentunya karena masih ada dua kolam, disarankan kepada pihak ponpes untuk segera dikosongkan. Kemudian jalur air lebih dirapikan supaya yang kemarin longsor itu tidak bertambah lagi. Karena kita ketahui bahwa sekarang ini kita sedang siaga hidrometeorologi sampai bulan Maret,” singkatnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang
Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama
30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi
Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa
Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama

Berita Terbaru