JURNALSUKABUMI.COM – Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman menepis tudingan dan tidak meyakini akan adanya dugaan praktik bisnis dalam penjualan buku ‘SIMI Si Penyu Yang Kuat’ oleh Bunda PAUD Kabupaten Sukabumi.
Bahkan, dirinya meyakini jika buku yang diluncurkan Kelompok Kerja Bunda Pendidikan Anak Usian Dini (Pokja Bunda PAUD) Kabupaten Sukabumi pada Agustus 2023 lalu oleh PT. Penerbit Erlangga itu murni merupakan buah karya kecintaan terhadap literasi lokal.
Buktinya, tidak lama lahirnya mahakarya tersebut dilaunching, langsung menuai sambut hangat Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami berserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sehingga menjadi ikon dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) 2023 silam.

“Soal tudingan kepada Ibu Marwan yang merupakan Bunda PAUD Kabupaten Sukanumi, saya rasa sangat jauh. Bahkan, tidak mungkin kalau beliau memerintahkan untuk jualan buku, apalagi berniat mengambil keuntungan. Sebab, yang saya tahu selama beliau memimpin beberapa oganisasi malah beliau tak jarang mengeluarkan anggaran pribadi, jadi kalau ini dinyatakan untuk keuntungan beliau saya yakin gak mungkin,” tepis Ade di ruang kerjanya di Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu, Rabu (17/7/2024).
Bahkan rencananya, lanjut Ade, buku SIM ini akan diproduksi secara khusus dan dibagikan secara cuma-cuma alias gratis untuk anak-anak PAUD khususnya di Kabupaten Sukabumi.
“Karena isi buku ini sangat menarik dan dianggap memperkaya Khazanah Literasi Muatan Lokal. Bahkan, sudah mendapat Penghargaan dari Mendikbudristek. Termasuk meraih apresiasi dari Bunda PAUD Nasional, Ibu Iriana Jokowi,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Cabang Bogor PT. Penerbit Erlangga, Hardian Tjahjo P juga turut menyangkan jika isu mengenai peluncuran buku tersebut dienduskan negatif. Padahal, pihaknya menilai bahwa inovasi Bunda PAUD dan Pokja Bunda PAUD Kabupaten Sukabumi ini memang harus diapresiasi sebagai implementasi bukti literasi nyata.

“Ini sebuah karya yang luarbiasa bahkan kini sudah ke tingkat nasional. Jadi jika ada yang menuding sebagai ajang bisnis itu salah besar. Kami bersama Pokja Bunda PAUD Kabupaten Sukabumi hanya mencoba menerbitkan buku, sementara soal penjualan dan lain sebagainya itu di luar kami,” bantahnya.
“Karena, tugas kami di sini tidak lain untuk mendukung program strategis. Mengembangkan kopentensi yang bisa melahirkan karya-karya dan mendorong karya lokal ke tingkat nasional. Salah satunya melalui workshop literasi dan numerasi serta menulis cerita anak. Utamanya, mewujudkan pengembangan SDM yang berkualitas, berkarya dan berperan aktif dalam mencetak generasi bangsa,” sambung Hardian.
Adapun dugaan bahwa buku ‘Simi Si Penyu Yang Kuat’ diperjualbelikan ke PAUD atas arahannya itu di luar kewenangannya. Karena, pihaknya hanya berkaitan dengan membantu penerbitan. Bahkan, tidak ada interpensi dari Bunda PAUD Kabupaten Sukabumi maupun Pokja Bunda PAUD Kabupaten Sukabumi yang mengarahkan hal itu, termasuk fee dari penerbitan buku.
“Intinya kita mendukung program literasi dan menulis hingga penerbitan. Kalau soal penjualan ada di pihak distributor kan?. Jadi salah besar jika hal ini dikaitkan dengan bisnis untuk Bunda PAUD maupun Pokja Bunda PAUD Kabupaten Sukabumi,” tandasya.
Senada, Ketua Pokja PAUD Kabupaten Sukabumi, Elis Sajaah mengulas, Buku ‘SIMI SI Penyu Yang Kuat’ merupakan buku cerita yang sarat dengan muatan lokal dengan tokoh ceritanya seekor Penyu yang bernama Simi singkatan dari Sukabumi dengan sahabatnya seekor kepiting yang bernama Uteng singkatan dari Ujunggenteng.
“Suksesnya penerbitan buku tersebut menghantarkan nama Bunda PAUD Kabupaten Sukabumi, Hj. Yani Jatnika Marwan ke kancah nasional dan mendapat apresiasi Bunda PAUD Nasional, Ibu Negara Iriani Joko Widodo pada November 2023,” singkatnya.
Redaktur: Ujang Herlan












