Tiga Poin Tantangan Pendidikan Pesantren, Berikut Pemaparan Ade Nurpriatna!

Minggu, 19 Mei 2024 - 11:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Tantangan bagi dunia pesantren di era disrupsi adalah bagaimana menyiapkan santri yang mampu bertahan dan berkembang dalam era serba inovatif dan kreatif. Hal tersebut dilontarkan Ketua STAI Kharisma, Ade Nurpriatna dalam sambutannya pada kegiatan Haflah Al Ikhtitam MA Al-Atiqiyah, Minggu (19/05/2024).

Mewakili wali santri, dirinya turut menyampaikan pandangan mengenai tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan berbasis pondok pesantren yang menggabungkan pendidikan umum dengan pengajaran agama Islam secara intensif.

“Di lembaga ini, siswa tinggal di asrama dan belajar agama, bahasa Arab, serta kurikulum umum seperti matematika, sains, dan sejarah. Tujuannya adalah memberikan pendidikan holistik yang mencakup aspek keagamaan dan akademik,” ujarnya.

Ade mengidentifikasi, ada tiga tantangan utama yang dihadapi sekolah berbasis pondok pesantren, yaitu krisis ulama, modernitas, dan persoalan kebangsaan.

“Pertama krisis ulama yang merujuk pada penurunan peran dan otoritas ulama dalam masyarakat. Faktor-faktor seperti perubahan sosial, politik, ekonomi, dan teknologi mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap otoritas keagamaan. Hal ini ditandai dengan berkurangnya pengaruh ulama dalam memberikan panduan keagamaan dan penurunan minat masyarakat terhadap pendidikan agama,” paparnya.

Kedua, modernitas menghadirkan tantangan berupa konflik antara tradisi dan kemajuan modern, adaptasi terhadap perubahan sosial dan teknologi, serta ketidakseimbangan distribusi kekayaan dan kekuasaan. Isu ini juga melibatkan masalah lingkungan dan nilai-nilai budaya yang bertentangan, serta pertanyaan tentang bagaimana menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan kemajuan modern.

Dan ketiga, persoalan kebangsaan mencakup masalah kemiskinan, ketimpangan ekonomi, akses pendidikan dan layanan kesehatan, konflik sosial dan politik, korupsi, degradasi lingkungan, dan tantangan global seperti perubahan iklim. Penyelesaian masalah ini memerlukan upaya bersama dari pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

“Dari tiga poin tersebut bahwa sekolah berbasis pondok pesantren dapat menjadi solusi untuk mengatasi beberapa tantangan ini,” imbuhnya.

Masih kata Ade, pendidikan agama yang kuat dapat membantu mengatasi krisis ulama dengan meningkatkan otoritas dan relevansi ulama dalam masyarakat. Lalu, integrasi pendidikan agama dan kurikulum umum menciptakan keseimbangan antara tradisi dan modernitas, membekali siswa dengan keterampilan untuk menghadapi tantangan zaman.

Tak hanya itu, pendidikan holistik di pesantren dapat membantu mengatasi persoalan kebangsaan dengan membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Solusi ini harus didukung oleh upaya lain seperti reformasi pendidikan yang lebih luas, pengembangan infrastruktur, dan perbaikan sistem sosial dan ekonomi untuk mencapai dampak yang signifikan,” tutup Ade.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Wabup Andreas Lepas 280 Peserta Pesta Siaga Pramuka Kecamatan Cidahu
Sekda Ade Suryaman Tekankan Kompetensi, Integritas dan Akhlak kepada 242 Wisudawan STAI Palabuhanratu
700 Lebih Mahasiswa Baru UMN, Bupati Asep Japar Dorong SDM Sukabumi Semakin Unggul
Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak
Siswi Kelas 4 SDIT At-Takwin Khatam Al-Qur’an 30 Juz, Mecca Queen Anindigtyas Tuai Apresiasi
Heboh Narasi Sekdis Tak Mau Bekerja Sama dengan Kadisdik Muncul, Herdi Angkat Bicara
Kris Dwi Purnomo, Guru yang Tak Lelah Perjuangkan Hak Tenaga Honorer Sukabumi
September Ceria, SMPN 1 Sukaraja Bertabur Juara: Siswa hingga Guru Ukir Prestasi Nasional

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Wabup Andreas Lepas 280 Peserta Pesta Siaga Pramuka Kecamatan Cidahu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Sekda Ade Suryaman Tekankan Kompetensi, Integritas dan Akhlak kepada 242 Wisudawan STAI Palabuhanratu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:49 WIB

700 Lebih Mahasiswa Baru UMN, Bupati Asep Japar Dorong SDM Sukabumi Semakin Unggul

Rabu, 30 September 2026 - 17:38 WIB

Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak

Selasa, 29 September 2026 - 23:28 WIB

Siswi Kelas 4 SDIT At-Takwin Khatam Al-Qur’an 30 Juz, Mecca Queen Anindigtyas Tuai Apresiasi

Berita Terbaru

HEADLINE

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Okt 2026 - 14:12 WIB