JURNALSUKABUMI.COM – Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) turun melakukan aksi unjuk rasa perangi kejahatan Israel. Aksi ini dilakukan sebagai ungkapan kecaman terhadap tindakan genosida Israel kepada rakyat Palestina terus datang dari berbagai kalangan, Selasa (07/05/2024).
Aksi solidaritas ini dilakukan di kampus UMMI dengan kurang lebih peserta sebanyak 400 orang. Tak sedikit peserta yang terlihat membawa poster bertuliskan ‘Stand With Palestine’ dan ‘Free Palestine’.
Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Reny Sukmawani mengatakan pihaknya sengaja mengajak seluruh sivitas akademika di UMMI untuk terlibat dalam aksi kecaman terhadap Israel dan dukungan kepada Palestina.
“Tapi hari ini memang secara khusus UMMI merasa perlu sebagai bagian dari Rektor Permentrian Muhammadiyah sebagai bentuk dukungan terkait dengan sekarang kita lihat semakin brutal dan agresif perlakuan Israel terhadap Palestina ini, kampus-kampus bukan hanya di kita, di luar Indonesia juga sudah mulai banyak pergerakan semuanya bergerak,” ujar Reny.
Menurutnya, intensitas serangan dari tentara zionis terus meningkat sejak pertama kali pada 7 Oktober 2023. Korban terbunuh telah mencapai hampir 35.000 orang dan terluka mencapai lebih dari 77.867 orang, yang sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.
Bahkan saat ini, sebagian besar jalur Gaza telah menjadi puing-puing. Kondisi tersebut mendorong pihaknya untuk terus-menerus menyuarakan solidaritas untuk Palestina.
“Kita berharap dari suara kita walaupun suara yang kecil tapi banyak secara serentak, bisa didengar oleh PBB, apalah kita yang tidak bisa memberikan kontribusi yang besar sebagai kampus di daerah Sukabumi,” tuturnya.
“Itu tidak akan seberapa, tapi kami yakin dengan dukungan dengan support dengan do’a mudah-mudahan ini menjadi salah satu pemantik yang bergulir lebih besar lagi bergabung dengan kampus lainnya untuk bisa mendorong salah satunya PBB supaya bisa melek terkait dengan kalau kita tidak bisa diam saja dengan adanya agresi genosida dan lain sebagainya,” sambung dia.
Dia pun mendukung langkah pemerintah Indonesia yang terus menyatakan sikap kecaman terhadap Israel. Dia juga mendorong pemerintah untuk tidak menjalin diplomasi dengan Israel dan negara negara pendukungnya.
“Yang kita tekankan tadi pada pemerintah itu bahwa jangan sedikitpun berpikir sekali-kali untuk justru melakukan hubungan diplomasi dengan negara-negara yang mendukung Israel ini,” ungkapnya.
Selain itu, dia juga mengimbau untuk boikot produk produk yang terafiliasi mendukung zionis Israel. Menurutnya hal itu semestinya menjadi bagian dari kesadaran masing-masing bagi setiap muslim untuk salah satu bentuk dukungan ya itu memboikot.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan






