Suarakan Tiga Tuntutan, GBM: Aksi Ironi Pungli di Tanah Kami Tanggungjawab Siapa?

Kamis, 25 April 2024 - 13:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sejumlah peserta aksi demonstrasi yang tergabung dalam Gerakan Bojongraharja Memannggil (GBM) unjuk rasa di halaman Pabrik PT. Glostar Indonesia di Jalan Raya Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Kamis (25/04/2024).

Pantauan Jurnalsukabumi.com di lokasi, sejak pukul 07.30 WIB hingga 08.45 WIB masa dengan kode pakaian kaus dan kemeja hitam dengan penanda pita merah di lengan itu terus berdatangan. Jajaran anggota TNI/Polri berikut anggota Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi juga turut bersiaga.

Dengan mengusung aksi demostrasi “Ironi Pungli di Tanah Kami Tanggungjawab Siapa?”, sedikitnya ada tiga tuntutan yang mereka suarakan. Di mulai soal pengusutan oknum yang terlibat dalam kasus recruitment fee, berantas recruitment fee yang diduga dilakukan oleh manajemen PT GSI, dan akomodir angkatan baru agar secara otomatis dapat bekerja di PT GSI Cikembar.

“Kami atas nama GBM yang dilakukan oleh organik warga merasa ada ketidakadilan dalam sisi tenaga kerja, hampir mayoritas warga asli pribumi kesulitan masuk ke perusahaan,” kata Dede Raka, koordinator aksi tersebut kepada, Kamis (25/04/2024).

Menurut Dede, gerakan secara masif warga tersebut memang diinisiasi adanya sejumlah isu. Di antaranya soal pungli kepada pencari kerja yang diduga berasal dari internal perusahaan tersebut. Sementara warga Desa Bojongraharja sendiri menilai kuota untuk pekerja dari wilayah setempat justru seolah dibatasi.

“Baru kali ini ada gerakan yang masif dilakukan oleh warga karena masifnya dugaan oknum pelaku yang ada di internal PT GSI sendiri, yang melakukan pungli dengan nominal fantastis. Kami menginisiasi gerakan ini murni tanpa kepentingan apapun, untuk mengakomodir kepentingan masyarakat khususnya Desa Bojong raharja,” tegas Dede.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi ke pihak GSI sudah dilakukan namun belum mendapat keterangan resmi. Adapun dalam aksi tersebut, Kepala Dishub Kabupaten Sukabumi, Budianto juga turut mengamankan arus lalu lintas, pihkanya telah mengerahkan 20 anggota di sekitar lokasi.

Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang
Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama
30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak

Berita Terbaru