Belasan Warga Terjangkit Chikungunya, Dinkes Kota Sukabumi Lakukan Fogging

Rabu, 28 Februari 2024 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi mencatat 18 warga yang positif terinfeksi chikungunya. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi drg Wita Darmawanti.

Wita Darmawati mengatakan, chikungunya merupakan infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk. Ia menyebut, kasus itu pertama kali ditemukan di Kota Sukabumi pada akhir Januari 2024 di wilayah Lembursitu.

“Waktu Januari mulainya ada yang chikungunya, tapi sudah sembuh untuk di Kelurahan Lembursitu. Yang Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu sedang kita tangani, artinya ada kasus tapi kan kita tidak menyatakan wabah, kan wabah mah ada ketentuannya,” kata drg Wita dalam keterangannya, Rabu (28/2/2024).

Dia mengatakan, pada 23 Januari ada beberapa warga yang mengeluhkan gejala chikungunya seperti pegal-pegal, sakit kaki hingga tak bisa berdiri. Setelah dilakukan rapid tes (RDT) ternyata warga tersebut positif chikungunya.

Proses pemeriksaan pun dilanjutkan ke beberapa 26 orang yang diduga infeksi chikungunya. Hasilnya pada Februari 2024 dinyatakan 10 orang positif di Kelurahan Lembursitu, Kecamatan Lembursitu.

“Kalau secara total sampai bulan ini 18 orang. Sudah kita lakukan follow up sesuai dengan aturan yang berlaku, diberikan obat-obat simptomatik, kemudian puskesmas juga sudah ke masyarakat ternyata ada jentik di satu rumah,” jelasnya.

Pihaknya menerangkan, penanganan chikungunya ini dimulai dengan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kemudian dilanjutkan dengan fogging atau pengasapan.

“Kan kita sebelum fogging itu harus melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) oleh masyarakat baru kita lakukan fogging dan itu sudah kita laksanakan. Kalau di (kelurahan) Situmekar hari ini kita rencana akan lakukan fogging,” tutur dia.

Atas penemuan kasus tersebut, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mewaspadai infeksi yang ditularkan oleh nyamuk. Terlebih, Kota Sukabumi masih sering dilanda hujan sehingga berpotensi munculnya sarang jentik nyamuk.

“Ya sebenarnya hampir sama dengan DBD. Apapun yang kita lakukan mau fogging berkali-kali juga kalau jentik nyamuknya masih banyak dan tempat2 sarang nyamuknya apalagi sekarang musim tempat-tempat, talang-talang di atas kadang kita luput,” tandasnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Kecelakaan di Leter S Cikidang, Pengendara yang Tak Kenal Medan Diminta Waspada
Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali
Gempa, Tsunami hingga Longsor, BPBD Kenalkan Ancaman Bencana kepada Ratusan Siswa
Rp8,4 Miliar Hak Buruh Belum Dibayar, PT Wilton dan BBP Didesak Bertanggung Jawab
Kasus Kades Positif Sabu, Bupati Sukabumi Serukan Perang Melawan Narkoba 
Ketegangan Warnai Penataan Trayek di Terminal Benda, Sopir Angkot 02 Tolak Aturan Sepihak!
Perumda AMTJM Tanggapi Aksi Mahasiswa, Tegaskan Pengadaan Water Meter dan IPA Sesuai Prosedur
Belum Kantongi Izin, Pembangunan Alfamart Ditegor Satpol PP Cibadak

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Kecelakaan di Leter S Cikidang, Pengendara yang Tak Kenal Medan Diminta Waspada

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Gempa, Tsunami hingga Longsor, BPBD Kenalkan Ancaman Bencana kepada Ratusan Siswa

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Rp8,4 Miliar Hak Buruh Belum Dibayar, PT Wilton dan BBP Didesak Bertanggung Jawab

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Kasus Kades Positif Sabu, Bupati Sukabumi Serukan Perang Melawan Narkoba 

Berita Terbaru

Pendidikan

UMMI Edukasi Warga Hegarmulya Cegah Stunting dan Kembangkan UMKM

Senin, 10 Agu 2026 - 14:58 WIB