JURNALSUKABUMI.COM – UOBK RSUD R. Syamsudin Sh atau dikenal rumah sakit Bunut menggelar seminar kesehatan dengan memperkenalkan pelayanan terbaru, yaitu pusat pelayanan ginjal dan hipertensi.
Pusat pelayanan ginjal hipertensi merupakan pusat pelayanan rawat jalan terintegrasi yang terdiri dari pelayanan hemodialisis, klinik Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) merupakan dialisis yang dilakukan melalui rongga perut (peritoneum), dimana selaput atau membrane peritoneum tersebut berfungsi sebagai filter, sehingga CAPD sering disebut cuci darah melalui perut.
Kemudian poli ginjal hipertensi dan pelayanan nefrologi intervensi, dan berbagai pelayanan yang ada di pusat pelayanan hipertensi dilayani secara langsung oleh dokter spesialis ginjal dan hipertensi.
Dr. Katharina Setyawati Subp.GH menjelaskan, instalasi pelayanan ginjal hipertensi, yaitu melayani pasien-pasien dengan penyakit ginjal kronik, ginjal akut, hipertensi, sindrom nefrotik, infeksi saluran kemih, glomerulonefritis dan penyakit ginjal lainnya.
“Kami melayani pasien dg penyakit ginjal kronik yg membutuhkan terapi pengganti ginjal berupa continuous ambulatory peritoneal dialysis yaitu pemasangan CAPD pelepasan CAPD edukasi dan training, penggantian transfer set, pemeriksaan pet dan KT peri, perawatan exit s dan peresepan cairan CAPD,” ujar dr. Katharina Setyawati, Senin (11/12/2023).
Pelayanan lainnya yaitu pelayanan hemodialisa single use dialiser, kemudian kami juga mempunyai hemodialisis vip. Hemodialisis dengan penyakit penyerta hepatitis B dan kami mempunyai pelayanan premium yaitu hemofiltrasi dan hemodialisis extended.
Kemudian pelayanan lain pada poli ini dapat melakukan neurologi intervensi seperti biopsi ginjal, pemasangan avisan atau cimino, endovascular intervensi. Mapping USG untuk vaskuler dan USG ginjal, pemasangan CAPD dan CDL baik itu temporer maupun tunneling.
“kami mempunyai dokter konsultan hipertensi kemudian dokter penyakit dalam yg sudah terlatih, dan dokter pelaksana harian. Ada 33 perawat yg siap melayani untuk perawatan hemodialisa,” jelasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Usep Mulyana











