JURNALSUKABUMI.COM- Hari ini jasad Heni Handayani (57), korban ledakan Gas CNG di Cibadak telah dikebumikan. Lokasi pemakaman merupakan tanah milik korban di Kampung Bojonggenteng belakang mesjid Al-Muhajirin RT 03 RW 01 Desa Berekah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Selasa (28/11/2023).
Kerabat korban Nurbaeti (53) mengungkapkan bahwa almarhumah memiliki kepribadian yang ramah, baik dan aktif di organisasi. Baik di PGRI maupun di K3S. Sewaktu dapat kabar korban meninggal dirinya sangatlah tidak percaya.
“Almarhumah sangat baik, ramah dan aktif di organisasi PGRI dan K3S. Saya saat itu mendengar beliau meninggal sangat tidak percaya, dan mengira ini becanda sangatlah berlebihan, dan ternyata benar, jujur saya sangat kehilangan sekali,” kata Nurbaeti. 
Sementara itu M Noval Isnaeni (28) anak ke dua dari empat bersaudara pasangan (Almh)Heni Handayani bersama Rijan Surahmat mengharapkan kepada pihak berwajib agar menyelidiki secara detail mengenai K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) karena kecelakaan ini murni bukan faktor alam.
“Saya saat itu bersama ibu dan istri saya mau pulang ke rumah, dan tiba di lokasi kejadian kondisi jalan sedang macet, tiba-tiba kendaraan yang membawa tabung gas meledak,” ujarnya.
Kejadian ini kata dia adalah murni kesalahan manusia bukan faktor alam. Saya minta pihak-pihak berwajib agar menyelidikinya karena sampai saat ini tidak ada info apa-apa, tambahnya.
Reporter: Ifan | Redaktur: Usep Mulyana












