JURNALSUKABUMI.COM – Sejumlah tokoh adat dan budayawan Jawa Barat melaksanakan doa bersama sebagai bentuk dukungan pembangunan Monumen Plaza Ir. Soekarno di depan GOR Saparua Bandung, Kamis (10/08/2023).
Di awali dengan Rajah Ruwat Mandala, A. Ginanjar Akil yang sekaligus penggagas upacara ini menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan upacara adat, sebagai tali paranti para leluhur.
“Upacara adat ini dilakukan hari ini, mengingat sekarang adalah wetonnya Bung Karno yaitu Kamis Pon. Sebelum didirikannya Patung Presiden Indonesia Pertama ini, penting juga untuk mengingat nilai-nilai, siapa yang mengajarkan jiwa nasionalisme,” ulasnya.
Sebagaimana diketahui, Patung Bung Karno didirikan sebagai bentuk membumikan ajaran Trisakti, dimana ke depan generasi penerus bangsa harus memahami betul bagaimana ajaran tersebut harus bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai ajaran luhur Trisakti, dan Pancasila merupakan asas berbangsa dan bernegara. Nah, upacara ini untuk mengingat siapa orangtua yang mendirikan bangsa ini, supaya kita tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa,” tambahnya.
Ke depan, keberadaan Monumen Plaza Bung Karno dapat menjadi wisata edukasi, wisata budaya dan wisata sejarah. Yang akan selalu mengingatkan kepada hakikat ajaran Trisakti. Amanah besar Bung Karno sebagai bapak bangsa harus terus dibumikan.
“Inilah bukti nyata kecintaan mereka yang hari ini hadir mengikuti upacara Rajah Ruwat, terhadap bapak bangsa yang telah mendirikan tanah air, dengan nilai-nilai leluhur adat,” tandas Pandita Sunda ini.
Untuk diketahui, turut hadir pula berbagai organ masyarakat Jawa Barat pecinta Trisakti, di antaranya Forum Diskusi Sinergi Indonesia (FDSI), Barikade 98, Barisan Olot Masyarakat Adat (BOMA), Pakarang Adat Nusantara, Gerakan Bhineka Nusantara (GBN), Komunitas Jawa Barat Sejati (KJS), Gerakan Pemuda Marhaenis, Gerakan Masyarakat Bumikan Trisakti, Pemuda Demokrat dan puluhan organ lainnya.
Redaktur: Ujang Herlan












