DPPKB Kabupaten Sukabumi Salurkan 23.000 Bantuan Makanan untuk KRS, Targetnya?

Jumat, 12 Mei 2023 - 06:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, memberikan bantuan makanan bergizi kepada ribuan Keluarga Risiko Stunting (KRS).

Hali itu dilakukan untuk terus berupaya maksimal dalam mengikis penyakit stunting atau gagal tumbuh pada anak.

Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi mengatakan, berdasarkan data yang tercatat sepanjang tahun 2023 ini, terdapat 23.000 keluarga di wilayah Kabupaten Sukabumi yang masuk dalam kategori KRS.

“Jadi, 23.000 KRS itu, untuk tahun ini mereka mendapatkan bantuan makanan bergizi,” kata Agus dalam keterangan yang diterima pada Jumat (12/5/2023).

Bantuan makanan tersebut yakni berupa 10 butir telur dan 1 kilogram daging ayam yang diperuntukan untuk satu keluarga yang masuk pada kategori KRS ini.

Bantuan itu bersumber dari Badan Pangan Nasional. Seluruh keluarga KRS ini, akan mendapatkan bantuan selama tiga bulan yang dimulai pada Mei 2023 sampai Juli 2023 nanti.

“Alhamdulillah, pada tahun ini, DPPKB Kabupaten Sukabumi dipercaya untuk memberikan bantuan kepada keluarga yang berisiko stunting. Jadi, intinya bantuan itu dari Badan Pangan Nasional melalui BKKBN dan menginstruksikan kepada kita untuk membagikan bantuan kepada KRS,” terang dia.

Lebih lanjut, bantuan pangan ini merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah untuk menekan dan meminimalisir terjadinya penyakit stunting.

Selain itu, untuk mencapai target penurunan kasus angka stunting di tahun 2024 nanti, DPPKB juga berencana akan melakukan audiensi stunting yang dilakukan oleh tim ahli yang terdiri dari dokter spesialis anak, dokter kandungan dan psikiater.

Masi kata Agus, hal ini dimaksudkan untuk mengetahui faktor apa saja bayi maupun balita yang ada di Kabupaten Sukabumi bisa terlahir dengan penyakit stunting.

“Tujuannya adalah kenapa bayi itu terlahir stunting, itu akan diaudit oleh tim ahli. Seperti pengaruh apa dan kenapa bisa terjadi stunting. Sehingga ke depan kita akan membuat rumusan program agar bayi-bayi ini tidak terlahir secara stunting di Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Grundfos Foundation Bersama Wafaa Indonesia Resmikan Fasilitas Air Bersih dan Air Minum di Sukabumi
Enam PNS Pemkab Sukabumi Kena Sanksi Berat, Lima Dipecat dan Satu Demosi
Rakor Evaluasi MTA, Ade Suryaman: Pembinaan Mental dan Spiritual ASN Harus Menjadi Prioritas
Dinas Perikanan Ungkap Rumpon Jadi Persoalan Baru Nelayan Sukabumi, Perizinan Dinilai Terlalu Rumit
Dua Institusi Bersinergi, Kapolres Sukabumi Kota Sambangi Makodim 0607
Siapa Sangka! Bangunan yang Tampak Kumuh Ini Ternyata Dapur MBG, Warga Mengaku Terkejut
Bertaruh Nyawa di Laut, GISLI Bangun Kesadaran Keselamatan Nelayan Sukabumi
Hari Pertama Masuk Sekolah, Dapur MBG di Sukabumi Kembali Beroperasi Penuh Siapkan Menu Bergizi

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:52 WIB

Grundfos Foundation Bersama Wafaa Indonesia Resmikan Fasilitas Air Bersih dan Air Minum di Sukabumi

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:38 WIB

Enam PNS Pemkab Sukabumi Kena Sanksi Berat, Lima Dipecat dan Satu Demosi

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:05 WIB

Rakor Evaluasi MTA, Ade Suryaman: Pembinaan Mental dan Spiritual ASN Harus Menjadi Prioritas

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:46 WIB

Dinas Perikanan Ungkap Rumpon Jadi Persoalan Baru Nelayan Sukabumi, Perizinan Dinilai Terlalu Rumit

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:36 WIB

Dua Institusi Bersinergi, Kapolres Sukabumi Kota Sambangi Makodim 0607

Berita Terbaru