Korban Dukun Penggandaan Uang Disemayamkan, Keluarga Tuntut Hukuman Setimpal

Selasa, 4 April 2023 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – PO (53) warga Kampung Pasar Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, menjadi korban kasus dukun penggandaan uang oleh tersangka Tohari alias Mbah Slamet (45) di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Terkini, jasad PO sudah tiba di Sukabumi dan langsung disemayamkan. Atas kabar duka itu, Keluarga Korban, GE (15) menuturkan, meminta pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa ayahnya itu.

“Saya minta tuntutan hukum yang seberat-beratnya. Karena, apa yang pelaku lakukan ke ayah saya tidak bisa digantikan oleh apa pun,” ucap GE saat ditemui di rumah duka, di Kelurahan Cibaraja Selajambe, Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, Selasa (04/04/2023).

Dia menceritakan, awal mula ayahnya mengenal pelaku dukun pengganda uang tersebut sejak Juli 2022 lalu. Mulanya dia tidak mengetahui siapa sosok yang ditemui ayahnya itu.

“Kurang tau soalnya gak cerita, waktu bertamu ke sana dan dikenalin. Emang saya awal mikirnya teman bisnis, ternyata setelah pertemuan kedua kalinya kesana ke Banjarnegara lagi, pengganda uang,” jelas dia.

Sampai pada pertemuan ke tujuh kali, korban PO yang biasanya ditemani sang anak, namun kali ini korban berangkat seorang diri untuk menemui Mbah Slamet itu.

“Tau kalau itu dukun pengganda uang, waktu ketemu yang kedua kali. Kalau ikut, sekitar 7 kali ikut. Yang terakhir gak ikut,” ungkapnya.

Hingga pada Kamis (24/3/2023) lalu, korban tidak dapat dihubungi, GE pun bergegas mencari ayahnya ke lokasi terakhir yang disebutkan PO melalui pesan suara media perpesanan yang diterima kakaknya.

Pada Minggu, (02/04/2023) kepolisian menemukan jasad PO terkubur di sebuah lahan bukit di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Keberadaan jenazah ayahnya tersebut ditunjukan oleh pelaku, setelah berhasil diringkus kepolisian.

“Ditunjukin sama pelaku, si pelaku ini dipancing dulu sama temennya, buat pengenalannya. Di sms dipancing udah dapet, di situ langsung dipaksa untuk menunjukan korbannya ada dimana,” tandasnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Meninggalkan Kampung Lama, Kasepuhan Ciptamulya Bersiap dengan Identitas Baru
327 Pejabat Pemkab Sukabumi Dilantik, Bupati Asep Japar Tantang Birokrasi Buktikan Kinerja
Oknum Komite MAN 3 Sukabumi Ditangkap Kasus Sabu, 6 Paket Barang Bukti Diamankan
Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali
Rp8,4 Miliar Hak Buruh Belum Dibayar, PT Wilton dan BBP Didesak Bertanggung Jawab
US Oknum Kades Tamanjaya Ciemas Positif Narkoba, Polisi Ungkap Barang Bukti Alat Hisap Sabu
Kades di Ciemas Berada di Satresnarkoba, Kapolres: Masih Dalam Penyelidikan
Ketegangan Warnai Penataan Trayek di Terminal Benda, Sopir Angkot 02 Tolak Aturan Sepihak!

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:06 WIB

Meninggalkan Kampung Lama, Kasepuhan Ciptamulya Bersiap dengan Identitas Baru

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:07 WIB

327 Pejabat Pemkab Sukabumi Dilantik, Bupati Asep Japar Tantang Birokrasi Buktikan Kinerja

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Oknum Komite MAN 3 Sukabumi Ditangkap Kasus Sabu, 6 Paket Barang Bukti Diamankan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Rp8,4 Miliar Hak Buruh Belum Dibayar, PT Wilton dan BBP Didesak Bertanggung Jawab

Berita Terbaru