JURNALSUKABUMI.COM – Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menyebut pembangunan jalan lingkar Utara akan mampu mengurai kemacetan dan mendongkrak ekonomi dan agrowisata.
Hal itu dikatakannya saat menggelar rapat bersama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII di Pendopo, Jumat (31/3/ 23).
“Pembangunan jalan lingkar utara sangat dibutuhkan. Terutama untuk mengurai kemacetan ketika jalan tol selesai. Selain itu, jalan ini bisa dijadikan penopang ekonomi dan agrowisata,” kata Ade.
Dia menambahkan, ketika jalan tol selesai, wilayah Kabupaten Sukabumi diprediksi penuh oleh kendaraan dari Jakarta atau pun dari wilayah lainnya.
“Makanya ruas jalan ini diperlukan sebagai bentuk antisipasi. Apalagi, kawasan Sukabumi diprediksi menjadi pengganti puncak, nantinya,” ujarnya.
Berkaitan hal tersebut kata dia, akan ada lahan milik PTPN VIII yang ikut terkena. Maka dari itu, rapat ini dilaksanakan untuk menemukan solusi terbaik dan kelancaran pembangunan jalan lingkar utara.
“Diskusi di Jumat ini, ingin tahu rancangan PTPN. Sebab, keinginan kami tidak hanya ruas jalan saja, di sana harus ada rest area juga,” ucapnya.
Mengenai jalan lingkar utara sendiri ujarnya, sejauh ini telah dimulai pembangunannya. Bahkan sudah dibangun jembatan di Kadudampit.
“Sekarang sudah dibangun dari Kadudampit dan telah ada jembatan,” ungkapnya
Manajer PTPN VIII Moch Mulyadi mengatakan, pada prinsipnya Ia menyambut positif terkait hal yang direncanakan Pemda Kabupaten Sukabumi. Terutama mengenai jalan lingkar utara untuk menopang ekonomi dan agrowisata.
“Pada prinsipnya, PTPN VIII menyambut positif yang direncanakan pemda. Terkait pelaksanaannya, kami akan melakukan sesuai kaidah dan ketentuan berlaku,” pungkasnya.
Rapat yang diikuti sejumlah perangkat daerah terkait ini, membahas rencana kegiatan pembangunan ruas Jalan Kadudampit-Sukalarang (Lingkar Utara).
Terutama segmen II yang meliput wilayah Lebaksiuh di Kecamatan Kadudampit ke Perbawati (Pondok Halimun) di Kecamatan Sukabumi.
Redaktur: Usep Mulyana












