JURNALSUKABUMI.COM – Peringati hari Kanker Sedunia yang jatuh pada tanggal 4 Februari, RSUD R Syamsudin SH (Bunut) memberikan edukasi kepada masyarakat melalui kanal radio 107,7 Bunut FM, pada Selasa (13/2/2023) kemarin.
Bertajuk tema mengenal tumor hidung dan sinus, dr Oscar spesialis THT menyampaikan wawasan mengenai bahaya dan pencegahan dini penyakit tersebut.
Dr Oscar mengatakan, dalam lima tahun terakhir WHO atau organisasi kesehatan dunia mencatat terdapat peningkatan kasus tumor hidung, sekitar 9 hingga 10 persen.
“Penelitian berdasarkan definisi, jadi kanker itu sudah ada beberapa faktor salah satunya melalui aktivitas sehari-hari seperti lingkungan pekerjaan sering terpapar polusi tinggi,” ujar Oscar
Dia menjelaskan, selain paparan polusi pola hidup kurang sehat dalam mengkonsumsi makanan juga menjadi faktor lain penyebab seseorang terkena tumor hidung.
Untuk mendiagnosa indikasi penyakit tersebut, lanjut dia, kini RSUD Bunut juga sudah memfasilitasi pengobatan tersebut.
“Alat diagnostik kita punya sekarang. Kalau fungsi hidung terganggu fungsi sinus juga akan terganggu. Sinus itu rongga-rongga di sekitar hidung,” jelasnya.
Lanjut dia, tumor di kualifikasi berdasarkan anatominya jinak dan ganas. Diagnosa tersebut dapat diketahui setelah dilakukan pemeriksaan patogen otomi.
“Tumor nggak selalu jinak, terbagi jinak dan ganas gejalanya yang pertama sumbatan di hidung tergantung tumor ganas atau jinak, karena itu harus diperiksa dulu,” jelasnya.
Dia menyampaikan, umumnya gejala awal tumor hidung yaitu terjadi sumbatan yang tidak kunjung sembuh. Akan tetapi, gejala tersebut bukan satu-satunya. Kemungkinan lain seperti kelainan anatomi pada tulang hidung, juga bisa sebabkan terjadi sumbatan sinus.
“Lama-lama sumbatan tidak akan hilang dengan obat kalau misal ada sesuatu yang menyumbat dalam hidung harus memeriksakan, Apakah itu hanya kelainan anatomi atau lainnya,” papar dia.
Lebih lanjut, dr Oscar pun menganjurkan apabila merasakan gejala demikian, agar segera berkonsultasi dengan dokter untuk menghindari terjadinya komplikasi karena penanganan yang tertunda.
“Berobatlah se awal mungkin sehingga tidak terjadi komplikasi. Karena itu biasakanlah cuci hidung itu betul karena dia membantu fungsi hidung bekerja lebih baik sehingga pH yang bisa terjaga normal setidaknya bisa mengurangi,” pungkasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan











