JURNALSUKABUMI.COM – Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menyatakan, setelah mengadakan koordinasi termasuk melakukan sidak ke delapan pasar di wilayah Kabupaten Sukabumi, harga-harga kebutuhan pokok masyarakat relatif stabil.
Hal itu disampaikan sekda, mengikuti rapat koordinasi (rakor) dan evaluasi pengendalian inflasi di Jawa Barat, Kamis (12/1/2023).
“Semua itu sudah kita lakukan, termasuk koordinasi hingga sidak pasar. Secara keseluruhan di delapan pasar yang ada di Kabupaten Sukabumi semuanya relatif stabil. Insya Allah untuk Kabupaten Sukabumi aman,” ungkapnya.
Pemkab Sukabumi kata dia, terus berupaya menekan laju inflasi antara lain melaksanakan pasar murah, bantuan BBM, bantuan sosial, hingga gerakan masyarakat menanam.
“Semua itu sudah kita lakukan, termasuk koordinasi hingga sidak pasar. Secara keseluruhan di delapan pasar yang ada di Kabupaten Sukabumi semuanya relatif stabil. Insya Allah untuk Kabupaten Sukabumi aman,” tandasnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat M. Taufiq B Santoso, dalam arahannya dia mengatakan, rakor ini untuk membahas dampak dari inflasi di 2022. Selain itu, membuat strategi untuk menekan laju inflasi di 2023.
“Kita perlu mengevaluasi inflasi di 2022 agar di 2023 bisa terus ditekan lajunya. Salah satu yang kita lakukan lewat rakor mingguan ini,” ujarnya.
Menurutnya, terdapat sejumlah strategi untuk mengendalikan inflasi di Jawa Barat. Hal itu seperti, operasi pasar, gerakan penghematan energi, gerakan tanam pangan cepat panen, kerjasama antar daerah, mengintensifkan jaring pengaman sosial, hingga membangun kepedulian sosial.
“Selain itu, tidak lupa mengintensifkan koordinasi dan pelaporan perkembangan di setiap daerah. Kita perkirakan inflasi di 2023 lebih rendah dibanding 2022,” kata dia.
Maka dari itu, setiap daerah bisa menindaklanjuti langkah pengendalian inflasi dengan berbagai cara. seperti, berkoordinasi bersama BPS untuk mengetahui perkembangan inflasi bulanan dan tahunan. Selain itu, berkoordinasi juga dengan pihak terkait untuk menstabilkan harga dan ketersediaan stok komoditas.
“Optimalkan juga tugas-tugas TPID dan satgas pangan. Pengendalian inflasi harus menjadi prioritas daerah,” ungkapnya.
Dia juga memprediksi terdapat beberapa faktor pendorong inflasi di 2023. Meskipun, terdapat beberapa hal pula yang akan menjadi penahan inflasi di 2023.
“Penahan inflasi di 2023 itu seperti, lancarnya distribusi seiring dengan normalisasi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. selain itu, meningkatnya target produksi produk pangan utama, dan penurunan harga emas global seiring pemulihan ekonomi global,” ungkapnya.
Redaktur: Usep Mulyana






