JURNASLSUKABUMI.COM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi terus melakukan upaya dan kinerjanya untuk menjaga dan meningkatkan status ratusan desa di Kabupaten Sukabumi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Gungun Gunardi mengatakan, adapun data indeks desa membangun (IDM) Kabupaten Sukabumi berada di rangking 110 IDM nasional dan 15 tingkat Provinsi Jabar, dengan rincian zero desa tertinggal dan sangat tertinggal; desa berstatus mandiri berada di dua kecamatan; berstatus maju di 29 kecamatan; dan di 16 kecamatan berstatus berkembang. Penghargaan yang diraih Kabupaten Sukabumi diberikan berdasarkan Kepmendes PDTT No. 81 Tahun 2022.
“Kita semua berkomitmen membangun Kabupaten Sukabumi dari desa. Ini menjadi prioritas karena Kabupaten Sukabumi Maju merupakan perwujudan dari desa yang maju,” ungkap Gungun.
Pengentasan status desa tertinggal juga tidak lepas dari upaya Pemkab Sukabumi membentuk desa wisata, namun untuk membentuk desa wisata ini bukanlah perkara yang mudah, karena harus ditunjang berbagai sektor mulai dari sumber daya alam, SDM, kreatifitas, inovasi hingga pengelolaan.
“Bukan berarti setiap desa yang memiliki objek wisata bisa dijadikan desa wisata, tetapi jika tidak tersedia SDM untuk mengelola serta kreativitas serta inovasi warganya kurang, maka desa tersebut tidak bisa memiliki predikat desa wisata,” katanya/
Berkat berbagai program yang diluncurkan Pemkab Sukabumi mulai dari pelatihan, pengembangan desa, hingga promosi, saat ini di Kabupaten Sukabumi sudah ada desa yang berpredikat desa wisata, salah satunya Desa Wisata Hanjeli di Kampung Cekdam, Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran.
Redaktur: Usep Mulyana






