Menikmati Bandros Legendaris di Sukabumi, Sampai Diburu Wisatawan Luar Kota

Minggu, 1 Januari 2023 - 13:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Selain destinasi wisata, berbagai kuliner khas Kota Sukabumi menjadi daya tarik pengunjung saat libur Natal dan tahun Baru tiba. Salah satunya, makanan sejenis kue bernama bandros.

Bandros Ata ini disebut legendaris, karena sudah ada sejak tahun 1960. Berlokasi di pinggir Jalan Gudang, Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Selalu ramai dikunjungi pembeli saat malam hari, terutama pada akhir pekan.

Kue yang satu ini sepintas terlihat mirip dengan kue pancong, yang membedakan adalah adonannya ditambah dengan bahan campuran seperti kelapa, santan, dan soda. Rasa kue yang manis lembut di dalam, dan renyah di luar, memang cocok dinikmati saat cuaca dingin malam hari.

Salah seorang pembeli dari luar kota, Citata mengatakan, dirinya sengaja berkunjung ke Kota Sukabumi untuk mencicipi bandros tersebut.

“Kan kita taunya bandros itu kalau orang Jakarta taunya kue pancong. Saya aslinya Sumatra cuma tinggal di Bogor, sengaja maen memang ke Sukabumi mampir beli bandros,” kata Citata kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (31/12/2022).

Selain bandros, di sana juga terdapat menu minuman khas sunda seperti bandrek. Terbuat dari campuran rempah jahe, susu, dan gula merah. Minuman ini dapat menghangatkan badan, dan semakin nikmat jika dibarengi saat menyantap bandros.

Pemilik Bandros Ata, Dedi Wahyudin (51) mengatakan, dirinya merupakan penerus generasi keempat dari keluarganya. Berawal dari berjualan keliling yang dilakukan kakeknya sejak tahun 1960, hingga kini dilakukan Dedi setelah orangtuanya meninggal.

“Dimulainya dari kakek, tahun 1960-an, generasi keempat. Dulu riwayatnya kakek istilahnya pedagang kaki lima berpindah-pindah merintisnya, terus kakek sudah tua pindah ke orang tua. Orang tua sudah meninggal, jadi kita yang jaga,” kata Dedi saat ditemui di sela aktivitasnya yang juga masih turun langsung, melayani pembeli.

Dedi menuturkan, rasa bandros yang dipertahankan secara turun temurun itu tak pernah berubah. Begitupun dengan konsep tempat berjualannya tersebut, sederhana namun tanpa mengurangi kenikmatan kuliner malam di pusat kota.

“Iya alhamdulillah masih ramai, biasanya di depan jadi pembeli bisa sambil lihat pembuatan, terus akhirnya sekarang jadi tempat nongkrong. Sekarang kan satu jalur jadi pindah ke dalam, tempat pembuatan bandrosnya,” tutur dia.

Lanjut dia, para pembeli biasanya memesan beberapa jenis menu lainnya seperti telur setengah matang, selain bandros original ada juga bandros dengan tambahan topping seperti coklat, susu, dan keju.

“Kalau rata-rata hari biasa kadang-kadang Rp 5 juta lebih, kalau hari sekarang sampai jam 00:00 WIB paling Rp 3 juta lebih per hari,” tandasnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Koperasi PBMS Raih Bumi Untuk Sesama dari IJTI, 10 Rutilahu Jadi Bukti Kepedulian
POCARI SWEAT Run Bandung 2026: Birukan Bandung di Hari Jadi ke-216
SCG Dorong Penerapan Ekonomi Sirkular Indonesia sebagai Strategi Daya Saing Industri, Ubah Limbah Jadi Energi dan Produk Bernilai Tinggi
Lewat Sukabumi Expo 2026 BPR bidik UMKM lewat Kredit Priamas
Aktivasi TTE hingga Promosi UMKM, Diskominfosan Jadikan Stand Expo Ruang Komunikasi Publik
Cuma Rp50 Ribu Sudah Bisa Nabung, SiBarokah BPR Sukabumi Hadir di Sukabumi Expo
BPR Sukabumi Cibadak Bidik Ekspansi Kredit di Tengah Ekonomi yang Menantang
Deposito di BPR Sukabumi Terjamin Aman dan Bunga Lebih Menguntungkan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 06:53 WIB

Koperasi PBMS Raih Bumi Untuk Sesama dari IJTI, 10 Rutilahu Jadi Bukti Kepedulian

Minggu, 20 September 2026 - 14:20 WIB

POCARI SWEAT Run Bandung 2026: Birukan Bandung di Hari Jadi ke-216

Jumat, 18 September 2026 - 16:48 WIB

SCG Dorong Penerapan Ekonomi Sirkular Indonesia sebagai Strategi Daya Saing Industri, Ubah Limbah Jadi Energi dan Produk Bernilai Tinggi

Minggu, 13 September 2026 - 14:22 WIB

Lewat Sukabumi Expo 2026 BPR bidik UMKM lewat Kredit Priamas

Minggu, 13 September 2026 - 13:52 WIB

Aktivasi TTE hingga Promosi UMKM, Diskominfosan Jadikan Stand Expo Ruang Komunikasi Publik

Berita Terbaru